Page 7 - Materi Ajar RPP 3
P. 7

silase  tesebut  memiliki  kualitas  yang  rendah.  Tekstur  adalah  salah  satu  indikator  penentu

               keberhasilan dalam pembuatan silase, indikator silase yang baik yaitu mempunyai tekstur segar
               lembut tidak menggumpal. Menurut Macaulay (2004) tekstur silase dipengaruhi oleh kadar air

               bahan pada awal fermentasi, silase dengan kadar air yang tinggi (>80%) akan memperlihatkan
               tekstur yang berlendir dan lunak, sedangkan silase berkadar air rendah


               I. Keberadaan jamur


                       McDonald et al. (2002) menyatakan bahwa pertumbuhan jamur pada silase disebabkan

               oleh  belum  maksimalnya  kondisi  kedap  udara  sehingga  jamurjamur  akan  aktif  pada  kondisi
               aerob dan tumbuh dipermukaan silase, pembatasan suplai oksigen yang kurang optimal berkaitan

               dengan ukuran partikel dari bahan. Lebih lanjut Trung et al. (2008) jamur yang sering ditemukan
               pada tanaman jagung yaitu Aspergilus dan Fusarium. Mikotoksin yang sering ditemukan adalah

               Aflatoksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergilus flavus dan Fumonisin oleh jamur Fusarium.

               Davies  (2007)  menambahkan  bahwa  nilai  optimum  bagian  terkontaminasi  jamur  pada  silase
               adalah 10%. Ratnakomala dkk. (2006) kegagalan dalam pembuatan silase dapat disebabkan oleh

               beberapa faktor diantaranya adalah proses pembuatan yang salah, terjadi kebocoran silo sehingga
               tidak  tercapai  suasana  di  dalam  silo  yang  anaerobik,  tidak  tersedianya  karbohidrat  terlarut

               (WSC), berat kering (BK) awal yang rendah sehingga silase menjadi terlalu basah dan memicu

               pertumbuhan organisme pembusuk yang tidak diharapkan.

                       Fermentasi  terjadi  dengan  tahapan  sebagai  berikut:    Sebelum  sel-sel  di  dalam
               tumbuhan mati atau tidak mendapatkan oksigen, maka mereka melakukan respirasi untuk
               membentuk energi  yang  dibutuhkan dalam aktivitas   normalnya.  Respirasi    merupakan
               konversi    karbohidrat  menjadi    energi.    Respirasi        bermanfaat    untuk    menghabiskan
               oksigen yang  terkandung,  beberapa  saat  setelah  bahan  dimasukan  dalam  silo. Setelah
               oksigen  habis,  maka  proses  fermentasi  dimulai.  Proses  fermentasi  menyebabkan

               penurunan kadar pH sampai dengan pH tertentu sehingga tidak ada lagi organisme yang
               dapat hidup dalam silo, artinya silase dapat menekan proses aktivitas bakteri pembusuk
               yang  akan  menurunkan  mutu  hijauan  sehingga  dapat  disimpan  dalam  waktu  yang  lama
               sampai tiba waktunya diberikan kepada ternak. Fermentasi juga dapat meningkatkan nilai
               gizi bahan pakan itu sendiri.

                       Pembuatan  silase  dibantu  oleh  mikroorganisme  anaerob/hampa  udara  (air  tight)
               yang  mengubah  karbohidrat  atau  gula  tanaman  (plant  sugars)  menjadi  asam    laktat.
               Mikroorganisme  /  bakteri  tersebut  dinamakan bakteri asam laktat (BAL).   Bakteri asam
   2   3   4   5   6   7   8   9