Page 178 - E-MODUL KONSEP DASAR PKN
P. 178

hukum  adalah  konstitusi  yang  bercirikan  gagasan  konstitusionalisme,  yaitu  adanya

               pembatasan  atas  kekuasaan  dan  jaminan  hak  dasar  warga  negara.  Tanpa  adanya
               konstitusi  yang  demikian,  sulit  sekali  bahwa  negara  tersebut  disebut  dengan  negara

               hukum. Oleh sebab itu, negara yang berdasar atas hukum, konstitusi negara merupakan

               sarana  pemersatu  bangsa.  Hubungan  antara  warga  negara  dengan  negara,  hubungan
               antar lembaga negara dan kinerja masing- masing elemen kekuasaan berada pada satu

               sistem aturan yang disepakati dan dijunjung tinggi.

                   Negara hukum terbagi dua yaitu: negara hukum formil dan negara hukum materil.
               Negara hukum formil adalah negara yang membatasi ruang geraknya dan bersifat pasif

               terhadap  kepentingan  rakyat.  Negara  tidak  campur  tangan  secara  banyak  terhadap
               urusan  dan  kepentingan  warga  negara.  Urusan  ekonomi  diserahkan  pada  warga.

               Sedangkan  negara  hukum  materil  adalah  negara  yang  pemerintahnya  memiliki

               keleluasan  untuk  turut  campur  tangan  dalam  urusan  warga  dengan  dasar  bahwa
               pemerintah  ikut  bertanggung  jawab  terhadap  kesejahteraan  rakyat.  Negara  bersifat

               aktif dan mandiri dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat.

                   Menurut  Arief  Sidharta,  Scheltema,  merumuskan  pandangannya  tentang  unsur-
               unsur dan asas-asas negara hukum itu secara baru, yaitu meliputi 5 (lima) hal sebagai

               berikut:
               1.  Pengakuan,  penghormatan,  dan  perlindungan  Hak  Asasi  Manusia  yang  berakar

                   dalam penghormatan atas martabat manusia (human dignity).

               2.  Berlakunya  asas  kepastian  hukum.  Negara  Hukum  untuk  bertujuan  menjamin
                   bahwa  kepastian  hukum  terwujud  dalam  masyarakat.  Hukum  bertujuan  untuk

                   mewujudkan  kepastian  hukum  dan  prediktabilitas  yang  tinggi,  sehingga  dinamika

                   kehidupan  bersama  dalam  masyarakat  bersifat  ‘predictable’.  Asas-asas  yang
                   terkandung  dalam  atau  terkait  dengan  asas  kepastian  hukum  itu  adalah:  (a)  asas

                   legalitas,  konstitusionalitas,  dan  supremasi  hukum;  (b)  asas  undang-undang

                   menetapkan  berbagai  perangkat  peraturan  tentang  cara  pemerintah  dan  para
                   pejabatnya  melakukan  tindakan  pemerintahan;  dan  (c)  asas  non-retroaktif

                   perundang-undangan,  sebelum  mengikat  undang-undang  harus  lebih  dulu

                   diundangkan dan diumumkan secara layak; (d) asas peradilan bebas, independent,
                   dan  objektif,  rasional,  adil  dan  manusiawi;  (e)  asas  non-liquet,  hakim  tidak  boleh

                   menolak perkara karena alasan undang-undangnya tidak ada atau tidak jelas; dan (f)





                                                                           BAB 7 NEGARA DAN HUKUM | 164
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183