Page 182 - E-MODUL KONSEP DASAR PKN
P. 182
pendapat ahli di atas adalah hukum dapat menyelesaikan suatu konflik atau
pertentangan dalam negara. Mengapa demikian, ini semua dikarenakan di dalam hukum
sudah ada aturan atau tata cara dalam menyelesaikan suatu permasalahan ataupun
konflik yang terjadi, dengan adanya hukum maka permasalahan yang terjadi akan
mudah diselesaikan dengan mengikuti tahap-tahap yang sudah tercantum di dalam
hukum sesuai dengan kesepakatannya.
Selanjutnya hal yang sama juga disampaikan oleh J.F. Glastra van Loon (dalam Yusuf,
2015) yang menyatakan bahwa fungsi hukum pada pokoknya adalah:
1. Penertiban (penataan) masyarakat, pengaturan pergaulan hidup (interrelasi dan
interaksi antarmanusia)
Fungsi yang pertama dapat kita ketahui bahwa hukum berguna bagi suatu negara,
karena seperti yang disampaikan di atas bahwa hukum dapat digunakan sebagai
instrument dalam melakukan penertiban ataupun penataan masyarakat. Semua itu
dikarenakan hukum digunakan sebagai pedoman dan landasan bagi setiap
masyarakat untuk tertib dan teratur. Hukum juga berfungsi sebagai pengatur setiap
pergaulan hidup antar warga negara, warga negara dan negara dan atau dengan
warga dunia.
2. Penyelesaian pertikaian
Fungsi yang kedua yang dinyatakan oleh J.F. Glastra van Loon, kita dapat
mengetahui bahwa hukum dapat menyelesaikan suatu konflik atau pertikaian antar
warga negara di dalam negara atau warga negara dengan pemerintah/ negara.
Mengapa demikian, karena dalam rumusan hukum sudah ada aturan atau tata cara
dalam menyelesaikan suatu permasalahan ataupun konflik yang terjadi. Dengan
adanya hukum, maka permasalahan yang terjadi akan dengan mudah diselesaikan
dengan mengikuti tahap-tahap yang sudah tercantum di dalam hukum sesuai
dengan kesepakatannya. Dengan hukum ,maka segala permasalahan akan dengan
mudah diselesaikan, karena hukum akan menuntun untuk menyelesaikan
permasalahan atau konflik.
D. Penegakan Hukum di Indonesia
Menurut Sudarto (Maruapey, 2017) penegakan hukum adalah perhatian dan
penggarapan, baik perbuatan-perbuatan yang melawan hukum yang sungguh-sungguh
terjadi maupun perbuatan melawan hukum yang mungkin akan terjadi. Penegakkan
BAB 7 NEGARA DAN HUKUM | 168