Page 3 - Al-Qur'an-Juz 'Amma dan Terjemahnya Beserta Audio Book-nya
P. 3

III










                                                  PENGANTAR


                         KEPALA LAJNAH PENTASHIHAN MUSHAF AL-QUR’AN
                                      BALITBANG DIKLAT KEMENAG RI


                       Salah satu misi Kementerian Agama pada tahun 2015 adalah meningkatkan
                pemahaman  dan  pengamalan ajaran agama. Bagi umat Islam,  peningkatan pemahaman
                agama dapat diwujudkan melalui penyediaan kitab suci Al-Qur’an. Mengingat Al-Qur’an
                diturunkan  dengan bahasa Arab, dan untuk  bisa memahami makna ayat-ayatnya  sangat
                dibutuhkan terjemahan, Kementerian Agama dalam hal ini Lajnah Pentashihan Mushaf Al-
                Qur’an terus berupaya menghadirkan terjemahan Al-Qur’an yang mudah dipahami. Sejak
                diterbitkan pertama kali pada tahun 1965, terjemahan Al-Qur’an telah mengalami revisi dan
                penyempurnaan sebanyak dua kali. Penyempurnaan pertama dilakukan pada tahun 1989
                yang difokuskan pada aspek redaksional. Pada tahun 1998-2002 dilakukan perbaikan dan
                penyempurnaan secara menyeluruh, mencakup aspek bahasa, konsistensi, substansi, dan
                transliterasi.

                       Seiring perkembangan bahasa Indonesia  dan adanya masukan dari masyarakat
                terkait substansi terjemahan, pada tahun 2016-2019 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an
                kembali melakukan kajian dan pengembangan terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama.
                Penyempurnaan ini dilakukan melalui beberapa  rangkaian  kegiatan,  yaitu:  Pertama,
                Konsultasi publik  ke komunitas-komunitas tertentu,  seperti perguruan tinggi,  Majelis
                Ulama  Indonesia  dan pesantren untuk menjaring masukan dan saran konstruktif untuk
                penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an; Kedua, Konsultasi publik secara online melalui portal
                konsultasi publik; Ketiga, Penelitian lapangan terkait penggunaan terjemahan Al-Qur’an di
                masyarakat; Keempat, Sidang kajian reguler anggota tim pakar kajian; Kelima, Uji Publik atau
                uji shahih hasil kajian dan penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an melalui forum ilmiah yang
                dihadiri oleh para ulama dan pakar Al-Qur’an dari pelbagai provinsi di Indonesia.

                       Penyempurnaan dan perbaikan terjemahan Al-Qur’an dilakukan secara menyeluruh,
                meliputi beberapa aspek berikut:

                       1.  Aspek bahasa dan pilihan kata. Kata-kata yang dipilih merujuk pada Pedoman
                           Umum  Ejaan  Bahasa  Indonesia  (PUEBI).  Begitu juga dengan struktur kalimat,
                           disesuaikan dengan kaedah bahasa Indonesia dengan tetap memperhatikan
                           bahasa sumber (bahasa Al-Qur’an).
                       2.  Aspek konsistensi, khususnya dalam penerjemahan ayat dan diksi.
                       3.  Aspek substansi, yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat.

                       Di samping aspek tersebut,  terjemahan Al-Qur’an hasil penyempurnaan  ini juga
                dilengkapi dengan mukadimah yang memuat sistematika dan metode penerjemahan.
                Catatan kaki  (footnote) lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya, karena sebagian
                keterangan tambahan langsung dimasukan dalam terjemahan, ditulis dalam tanda kurung,
                yakni berkurang sebanyak 167 dari semula 930 footnote menjadi 763 footnote. Terjemahan ini
                juga dilengkapi dengan sub judul dan terjemahan nama surah.
   1   2   3   4   5   6   7   8