Page 5 - Al-Qur'an-Juz 'Amma dan Terjemahnya Beserta Audio Book-nya
P. 5

V





                                               MUKADIMAH





                Problematika Penerjemahan Al-Qur’an
                       Penerjemahan pada dasarnya merupakan proses mengalihkan pesan dari bahasa
                sumber  ke bahasa  sasaran.  Pengalihan  pesan teks  sumber harus sepadan,  akurat, dan
                berterima ke dalam teks sasaran. Dalam penerapannya, tidaklah mudah. Terdapat beberapa
                kendala dalam penerjemahan yang disebabkan oleh masalah bahasa, budaya, dan agama.
                       Setiap kata pada hakikatnya adalah wadah makna. Pengalih bahasa harus
                memahami kandungan makna dari kata tersebut dan memilih bahasa yang sepadan dengan
                bahasa sasaran. Persoalannya, apakah antara kata atau ungkapan dalam satu bahasa dapat
                ditemukan padanannya dalam bahasa lain? Abu Ḥayyān at-Tauḥīdiy, mengutip as-Ṣairāfiy,
                menjelaskan, “Harus Anda ketahui, setiap bahasa tidak mungkin dapat dipersamakan
                dengan bahasa lain dari segala aspeknya: sifat, susunan, bentuk metafor, kosakata, kata
                kerja dan lainnya” (Ibrahīm Anis, Dalālāt al-Alfāẓ: 80-81). Ketidaksamaan antara bahasa-
                bahasa  manusia  menjadi  problem  utama  dalam  proses  penerjemahan.  Al-Jāḥiẓ  pernah
                mengatakan bahwa sebuah terjemahan tidak mungkin dapat menjangkau seluruh makna
                yang dimaksud oleh pengucap dari berbagai sudut: kekhasan makna, arah pembicaraan,
                dan pesan-pesan yang tersembunyi (al-Jāḥiẓ, al-Ḥayawān: 75-76).
                       Kendala  tersebut  akan  semakin  terasa  apabila  yang  diterjemahkan  adalah  teks
                keagamaan, seperti Al-Qur’an yang dipengaruhi oleh konsep teologi dan alat retorika yang
                digunakan (seperti struktur sintaksis, pilihan kata, alih pronomina, dan alih kata). Kosa
                kata dan bahasa Al-Qur’an memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Al-Qur’an sangat
                kaya dengan makna, memiliki kualitas sastra tinggi, yang tidak ditemukan padanannya
                dalam bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia. Selain itu bahasa Al-Qur’an juga banyak
                menggunakan bahasa majāz (metafora), idiom, musytarak (satu kata dengan dua makna
                atau  lebih  yang  berbeda)  dan  kekhasan  lain  yang  tidak  ditemukan  dalam  bahasa  lain.
                Disamping  keunikan  dan  karakter  bahasa  Al-Qur’an,  penerjemahan  Al-Qur’an  juga
                dipengaruhi oleh perkembangan bahasa sasaran, baik terkait pemilihan kata atau diksi
                maupun struktur dan kaidah bahasa.

                       Kendala dan permasalahan ini pulalah yang mewarnai proses penerjemahan Al-
                Qur’an kedalam bahasa Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI. Terjemahan
                Al-Qur’an Kementerian Agama RI yang biasa disebut Al-Qur’an dan Terjemahannya sebagai
                karya kolektif yang dilakukan oleh beberapa ulama anggota Lembaga Penterjemah Kitab
                Suci Al-Qur`an dalam perkembangannya mengalami pernyempurnaan dan penyesuaian
                setelah diterbitkan pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1965. Penyempurnaan pertama,
                perbaikan redaksional yang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan bahasa
                pada saat itu, yaitu pada tahun 1989. Hasil penyempurnaan ini dicetak oleh Mujamma‘
                al-Malik  Fahd  pada  tahun  1990,  dan  masih  terus  dicetak  dan  beredar  sampai  saat  ini.
                Penyempurnaan kedua, Penyempurnaan secara menyeluruh yang mencakup aspek bahasa,
                konsistensi pilihan kata, substansi, dan aspek transliterasi dalam rentang waktu yang
                cukup lama antara tahun 1998 hingga 2002. Edisi inilah yang sampai saat ini digunakan.
                Pada tahun 2016-2019 kembali dilakukan penyempurnaan yang ketiga secara menyeluruh
                mencakup berbagai aspek; redaksional, konsistensi dan substansional.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10