Page 36 - KETERAMPILAN BAHASA INDONESIA
P. 36

identitas  diri,  d)  menceritakan  kembali  hasil  simakan  atau
                   bacaan,  e)  melakukan  wawancara,  f)  bermain  peran,  dan  g)

                   menyampaikan gagasan dalam diskusi atau pidato.
               3.  Untuk  tingkat  yang  paling  tinggi  meliputi,  a)  menjelaskan

                   informasi,  b)  memberikan  partisipasi  pada  percakapan,  c)

                   mengungkapan  hasil  dari  apa  yang  telah  disimak,  d)
                   berpartisipasi  dalam  wawancara,  e)  bermain  peran,  dan  f)

                   menyampaikan gagasan dalam diskusi, pidato, atau debat.


               C.  JENIS BERBICARA

                    Berbicara  memiliki  beberapa  jenis.  Menurut  Sadhono  dan
               Slamet (2014) menyatakan bahwa jenis berbicara dapat dilihat dari

               dua  sisi  yaitu  ditinjau  dari  seni  dan  ditinjau  sebagai  ilmu.  Jenis
               berbicara sebagai  seni  lebih menekankan pada  penerapan sebagai

               sebuah  alat  untuk  berkomunikasi  dalam  masyarakat,  seperti
               berbicara didepan umum, berdiskusi kelompok, dan debat.

                  Berbicara  berdasarkan  situasi  dapat  dijadikan  dua  kelompok

               Pertama, berbicara formal. Di mana pada kegiatan berbicara formal
               ini  terikat  oleh  aturan  kebahasaan  dan  juga  tatakrama.  Pada  saat

               berbicara  formal  haruslah  mengikuti  kaidah-kaidah  yang  telah
               ditetapkan.  Kedua,  berbicara  nonformal.  Berbicara  nonformal

               merupakan  aktivitas  berbicara  yang  tidak  terikat  oleh  aturan.

               Kegaiatan berbicara jenis ini adang terjadi secara spontan.





                                         KETERAMPILAN BAHASA INDONESIA | 32
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41