Page 37 - KETERAMPILAN BAHASA INDONESIA
P. 37
Berbicara berdasarkan keterlibatan pelakunya dikelompokkan
menjadi 2, yaitu berbicara individual dan berbicara kelompok.
Berbicara individual adalah sebuah kegiatan berbicara dimana
pelakunya hanya seorang, sebagai contoh khutbah. Berbicara
kelompok merupakan aktivitas berbicara yang didalamnya
melibatkan pelaku pembicara yang banyak, sebagai contoh diskusi.
Berbicara bersadarkan alur pembicaraannya dapat dibagi
menjadi dua bagian yaitu berbicara monologis dan berbicara
dialogis. Berbicara monologis adalah sebuah kegiatan berbicara
yang dilakukan searah. Pada kegiatan berbicara ini, pembicara
tidak membutuhkan respon dari pendengar, sebagai contoh yaitu
pidato. Berbicara dialogis yaitu aktivitas berbicara yang dilakukan
dengan dua arah. Hal itu dikarenakan pada kegiatan berbicara ini,
pembicara membutuhkan respon dari pendengar.
Menurut Tolhah (2009) berbicara ada beberapa jenis, yaitu
sebagai berikut.
1. Berbicara melihat dari tujuan terbagi menjadi 3 jenis yaitu (a)
berbicara dengan tujuan memberitahukan, melaporkan, dan
menginformasikan. 2) Berbicara menghibur. 3) Berbicara
membujuk, mengajak, meyakinkan atau menggerakkan.
2. Berbicara dilihat dari situasi terbagi menjadi 2 yaitu 1)
Berbicara formal. Dalam situasi formal pembicara dituntut
berbicara secara formal, misalnya ceramah dan wawancara. 2)
Berbicara informal. Dalam situasi informal pembicara harus
KETERAMPILAN BAHASA INDONESIA | 33