Page 38 - Semangat Berbagi Semangat Menginspirasi (1)
P. 38
Semangat Berbagi! Semangat Menginspirasi!
Tempel, Tempel, Tempel, Media Presentasi Pemikat Peserta Didik
Oleh: Hero Roja’ul Khoir, S.S. – SMP Salman Al Farisi Bandung, Jawa Barat
Tentu masih terngiang beberapa bulan ke belakang, ketika para pendidik masih bisa bersua dengan anak didiknya. Suara gaduh dari bocah-bocah di dalam kelas—tabuhan meja atau mungkin sekadar teriakan-teriakan tak jelas dari anak usia belia yang sedang mengekspresikan dirinya; suara derap kaki yang beriring bersamaan saat jam istirahat tiba. Begitu renyah di dalam ingatan. Namun suara-suara itu seketika hilang. Guru-guru, dengan segala latar belakang—kelebihan dan kekurangannya-- dipaksa untuk berlari sekencang-kencangnya mengenal dunia teknologi. Tujuh - delapan bulan semenjak pemberlakuan PJJ merupakan sebuah masa yang sejatinya sangat singkat namun menjelma begitu panjang, padat, dan melelahkan.
Era PJJ datang tak ubahnya tahu bulat yang dijajakan memakai mobil yang berkeliling di sekitaran komplek, dadakan. Semua sektor mengalami shock. Tanpa terkecuali sektor pendidikan. Semua stakeholder dipaksa untuk beradaptasi dengan sangat cepat tanpa peringatan awal. Guru, orang tua, peserta didik, suka tidak suka dipaksa untuk berkolaborasi jarak jauh agar pendidikan tetap berjalan. Bagi guru, tambahan pekerjaan sudah jelas menanti, mempelajari dan beradaptasi dengan teknologi.
Di era PJJ, penggunaan media presentasi digital menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan. Seorang guru kreatif tentu memahami bahwa media presentasi menjadikan pembelajaran tidak sekedar penyampaian materi atau tugas tapi juga menjadi upaya guru dalam memikat minat peserta didik. Tampilan elegan dan mewah menjadi standar wajib (walaupun tentu bersifat subjektif). Pemilihan media presentasi juga tentu menjadi penting, karena unsur kemudahan dalam pengelolaan dan tentunya fungsionalitas.
Berawal dari pelatihan Trainer Microsoft 365 yang diikuti secara tidak sengaja, saya mendapatkan akun Microsoft 365, yang di dalamnya terdapat beberapa aplikasi berbasis cloud technology yang memungkinkan penggunanya bekerja lintas perangkat dengan moda real-time. Saya menaruh minat pada Microsoft Sway, sebuah aplikasi presentasi yang tampilannya memudahkan presenter dalam menyusun rangkaian pembelajaran tak ubahnya sebuah story telling (sebagaimana tagline Microsoft Sway). Bagi seorang guru, ini mutlak penting karena menyusun kegiatan pembelajaran sesuai urutan akan memudahkannya dalam melakukan presentasi. Tidak hanya itu, tampilan yang dihasilkannya juga sangat elegan dan mewah, serasa memiliki blog sendiri.
Saat melihat tampilan presentasi Microsoft Sway, jangan terkecoh dengan dengan tampilannya yang begitu memukau, karena semua tampilan tersebut hanya memerlukan kelihaian memainkan tetikus. Sangat mudah.
Pada kegiatan awal bisa ditempelkan beberapa buah gambar pada media Microsoft Sway guna memancing pengetahuan dasar peserta didik. Dalam hal ini, guru bisa mengatur tempo cepat lambatnya pengajaran.
Pada materi inti, guru bisa menempelkan materi utama berupa PDF atau PowerPoint, bahkan bisa dikombinasikan pula dengan lembar kerja digital seperti Wordwall, Quizizz atau Edpuzzle. Cukup dengan menautkan link dari web-app tersebut.
Pada bagian akhir, evaluasi atau feedback bisa dilaksanakan dengan menempelkan link berupa pertanyaan yang dibuat dengan media Sli.do. Dengan cara ini, peserta didik bisa diajak interaktif (walau tidak secara verbal dalam memberikan pandangan tentang materi yang telah dipelajarinya).
Kelebihan lain dari media ini adalah peserta didik tidak perlu melakukan instalasi aplikasi di dalam perangkatnya. Cukup menerima tautan Microsoft Sway dari guru, mereka sudah bisa mengakses kegiatan pembelajaran yang tampilannya tak usah diragukan lagi sesuai dengan karakter peserta didik masa kini.
30

