Page 102 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 102

PEDOMAN PELAKSANAAN
                               Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar



                 g.  Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
                 h.  Melakukan konseling tentang cara intervensi dini bila ditemukan hasil meragukan
                 i.   Merujuk bila diperlukan

              2.3. Di Tingkat Posyandu

              Kegiatan  DDTK  di  tingkat  Posyandu  dilaksanakan  terintegrasi  dengan  kegiatan  Posyandu.  Di
              Posyandu  petugas  kesehatan  dan  kader  Posyandu  terlatih/terorientasi  buku  KIA  membagi  peran
              sebagai berikut:
              1.  Peran kader Posyandu
                 a.  Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
                 b.  Melakukan pengukuran berat badan, panjang badan atau tinggi badan, lingkar lengan atas,
                     dan lingkar kepala, serta menuliskannya di formulir deteksi dini tumbuh kembang anak
                 c.  Memplotkan hasil pengukuran
                 d.  Melakukan interpretasi hasil pengukuran antropometri
                 e.  Melakukan  pengamatan  kemampuan  perkembangan  anak  dengan  menggunakan
                     ceklis  perkembangan  anak  di  buku  KIA  apakah  sudah  atau  belum  sesuai,  bila  sesuai
                     berikan tanda rumput (√), bila belum sesuai beri tanda (-)
                 f.  Memberikan penyuluhan kepada ibu/keluarga mengenai pentingnya stimulasi pada anak
                     agar tumbuh kembang optimal
                 g.  Merujuk anak ke meja 5 pelayanan kesehatan bila:
                     •  Anak sakit
                     •  Anak mengalami permasalahan gizi
                     •  Anak dengan kemampuan perkembangan tidak sesuai umur
                     •  Ada indikasi/keluhan dari orang tua anak
              2.  Peran petugas kesehatan
                 a.  Menentukan status pertumbuhan dan status gizi anak berdasarkan pengukuran berat badan,
                     panjang badan atau tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas yang telah dilakukan
                     oleh kader
                 b.  Memplotkan hasil pengukuran
                 c.  Melakukan interpretasi hasil pengukuran antropometri
                 d.  Melakukan penilaian asupan makanan
                 e.  Menentukan  apakah  penyakit  penyerta  dapat  ditangani  di  Puskesmas  atau  dirujuk  ke
                     spesialis anak
                 f.  Melakukan  intervensi  dan  mengevaluasi  masalah  gizi  serta  merujuk  bila  tidak  ada
                     perbaikan
                 g.  Melakukan Tes Daya Dengar (TDD)
                 h.  Melakukan Tes Daya Lihat (TDL)
                 i.   Melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan KPSP pada anak yang kemampuan
                     perkembangannya tidak sesuai umur, atau bila anak berumur 6, 9, 18, 24, 36, 48, 60, dan
                     72 bulan
                 j.   Melakukan deteksi dini Gangguan Spektrum Autisme jika ada keluhan
                 k.  Melakukan deteksi dini GPPH jika ada keluhan
                 l.   Melakukan deteksi dini masalah perilaku dan emosi dengan menggunakan kuesioner KMPE
                     jika ada keluhan



                                                                                          81
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107