Page 103 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 103
PEDOMAN PELAKSANAAN
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar
m. Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
n. Melakukan intervensi masalah gizi dan tumbuh kembang
o. Merujuk bila diperlukan
3. Kiat-Kiat dalam Mengefisiensikan Waktu Pelaksanaan Deteksi dan
Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Puskesmas
Untuk mengefisiensikan waktu pelayanan SDIDTK perlu dibuat pengelompokan umur dan
jadwal pemeriksaan yang terstruktur. Setiap bulan anak mendapatkan pemantauan pertumbuhan
dan perkembangan menggunakan buku KIA. Bila pertumbuhan dan perkembangan tidak sesuai
umur menurut buku KIA, maka harus dilakukan pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang anak
dengan menggunakan buku SDIDTK. Pada setiap anak yang berumur 6, 9, 18, 24, 36, 48, 60, dan 72
bulan harus dilakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan dengan menggunakan buku
SDIDTK. Kegiatan ini dapat dilakukan di Puskesmas sesuai jadwal pemeriksaan yang telah disepakati
pada hari tertentu. Ruangan pemeriksaan dipisahkan dengan ruang pemeriksaan balita sakit.
Petugas kesehatan dapat juga melakukan kegiatan ini dengan menyesuaikan jadwal Posyandu
dan/atau datang ke PAUD.
4. Penguatan Sistem Informasi dalam Menunjang Pemantauan
Penerapan Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak
Semua kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dicatat pada Formulir Deteksi Dini
Tumbuh Kembang Anak, Rekapitulasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang, Kohort Bayi atau Kohort Anak
Balita dan Prasekolah, serta buku KIA. Pencatatan dan pelaporan sesuai dengan mekanisme yang
berlaku.
5. Jadwal dan Jenis Kegiatan SDIDTK pada Balita dan Anak Prasekolah
Setiap bulan anak mendapatkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan menggunakan buku
KIA. Bila pertumbuhan atau perkembangan tidak sesuai umur menurut buku KIA, maka anak harus
mendapatkan pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang dengan menggunakan buku SDIDTK.
Meskipun hasil pertumbuhan dan perkembangan sesuai umur menurut buku KIA, setiap anak
berumur 6, 9, 18, 24, 36, 48, 60, dan 72 bulan harus dilakukan deteksi dini pertumbuhan dan
perkembangan dengan menggunakan buku SDIDTK.
82

