Page 130 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 130
PEDOMAN PELAKSANAAN
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar
3.1. Asuhan Nutrisi Pediatrik
1. Assessment (penilaian)
a. Penentuan status gizi
b. Menggali masalah yang berhubungan dengan proses pemberian makan dan diagnosis
klinis pasien
c. Anamnesis meliputi: Asupan makan, pola makan, toleransi makan, perkembangan
oromotor, motorik halus dan motorik kasar, perubahan berat badan, faktor sosial,
budaya, dan agama serta kondisi klinis yang mempengaruhi asupan
2. Penentuan kebutuhan
a. Gizi baik atau gizi kurang: Kebutuhan kalori ditentukan berdasarkan berat badan ideal
dikalikan RDA menurut umur tinggi (height age)
b. Gizi buruk
• Tatalaksana gizi buruk menurut pedoman pencegahan dan tatalaksana gizi buruk
Kemenkes dan guideline WHO
• Pemberian terapi nutrisi gizi buruk rawat inap sesuai dengan fase perawatan
dalam 10 langkah tata laksana balita gizi buruk (fase stabilisasi, transisi,
rehabilitasi dan tindak lanjut)
c. Overweight
Target pemberian kalori berdasarkan berat badan ideal dikalikan RDA menurut umur
tinggi (height age).
3. Penentuan cara pemberian
Pemberian nutrisi oral atau enteral adalah pilihan utama. Kontraindikasi pemberian
makan melalui saluran cerna adalah obstruksi saluran cerna, perdarahan saluran cerna,
serta tidak berfungsinya saluran cerna.
4. Penentuan jenis makanan
Bentuk makanan disesuaikan dengan umur dan kemampuan oromotor anak, misalnya 0-6
bulan anak diberikan ASI dan atau susu formula, 6 bulan-1 tahun diberikan ASI dan atau
formula ditambah dengan makanan pendamping, umur 1-2 tahun anak dapat diberikan
makanan keluarga ditambah ASI dan atau formula, dan di atas 2 tahun dengan makanan
keluarga.
5. Pemantauan dan evaluasi
Pemantuan meliputi akseptabilitas, toleransi (reaksi simpang makanan), dan efektivitas.
Reaksi simpang berupa mual atau muntah, konstipasi, dan diare. Evaluasi kenaikan BB
dalam 2 minggu.
107

