Page 131 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 131
PEDOMAN PELAKSANAAN
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar
Studi kasus
Kasus 1
Shinta, bayi perempuan umur 3 bulan dibawa ibu ke Posyandu untuk imunisasi DPT-HIB-Polio
ke-1. Bulan lalu Shinta tidak diimunisasi karena demam tinggi. Shinta mendapatkan ASI
eksklusif. Saat ini tidak didapatkan keluhan demam, batuk, muntah dan diare.
Berat lahir 3000 gram dan panjang lahir 50 cm. Berat badan umur 1 bulan 3800 gram dan
panjang badan 53 cm. Berat badan saat ini (umur 3 bulan) adalah 4500 gram dan panjang
badan 58 cm.
Setelah dibandingkan dengan standar kenaikan berat badan, kader mendapatkan hasil bahwa
kenaikan berat badan kurang dari standar. Kader kemudian merujuk ke Puskesmas. Di
Puskesmas, dilakukan penimbangan dan pengukuran panjang badan ulang. Didapatkan bahwa
berat badan Shinta adalah 4500 gram dan panjang badan 58 cm. Pasien dikonsulkan kepada
dokter Puskesmas.
Langkah-langkah:
1. Timbang berat badan dan ukur panjang badan dengan cara yang tepat
2. Plot di buku KIA:
• Grafik BB/U untuk menilai apakah kenaikan berat badan adekuat
• Grafik PB/U untuk menilai perawakan dan height age
• Grafik BB/PB untuk menilai status gizi
3. Analisis kenaikan berat badan dengan menggunakan standar kenaikan berat badan
(weight increment) untuk menilai apakah pasien mengalami risiko gagal tumbuh atau at
risk of failure to thrive
4. Tata laksana
• Asuhan nutrisi pediatrik
• Evaluasi penyebab atau red flags
• Evaluasi dan monitoring
Pembahasan:
1. Plot di grafik BB/U untuk menilai tren kenaikan berat badan
2. Bandingkan kenaikan berat badan dengan standar kenaikan berat badan (weight
increment). Berat badan lahir 3000 gram, berat badan 1 bulan 3800 gram, dan berat
badan 3 bulan 4500 gram. Kenaikan berat badan adalah 1500 gram dalam interval 0-3
bulan
3. Tatalaksana risiko gagal tumbuh pada bayi umur 3 bulan yang mendapat ASI eksklusif:
• Mencari penyebab medis atau red flags
• Mengevaluasi manajemen laktasi
• Anamnesis frekuensi menyusui, durasi menyusui, jumlah ASI yang diminum (bila
mendapatkan ASI perah)
• Observasi apakah perlekatan (latch on) dan posisi menyusui apakah sudah benar
• Evaluasi kenaikan berat badan dalam 2 minggu. Bila berat badan naik adekuat, maka
ASI eksklusif diteruskan sambil memonitor kenaikan berat badan setiap bulan. Bila
berat badan tidak naik maka pasien terindikasi untuk dirujuk ke fasiltas kesehatan
yang lebih tinggi (RSUD)
108

