Page 94 - EMODULE ARTHROPODA MUSUH ALAMI
P. 94

86
                                       KUNCI JAWABAN




           Kunci Jawaban Uji Kompetensi 1



         No      Pertanyaan                                            Kunci Jawaban

         1.      Jelaskan perbedaan antara pengendalian hayati dan     Pengendalian alami adalah usaha untuk
                 pengendalian alami?                                   menjaga     populasi    organisme    yang
                                                                       berfluktuasi dalam batas atas dan batas
                                                                       bawah selama rentang waktu tertentu
                                                                       melalui pengaruh faktor lingkungan abiotik
                                                                       maupun biotik.
                                                                       Pengendalian hayati adalah kemampuan
                                                                       predator,  parasitoid,  maupun    patogen
                                                                       dalam    menjaga     kepadatan    populasi
                                                                       organisme lain lebih rendah dibandingkan
                                                                       kepadatan populasi dalam keadaan tanpa
                                                                       kehadiran    predator,   parasitoid,  atau
                                                                       patogen.
                                                                       Jadi, perbedaan antara pengendalian hayati
                                                                       dan pengendalian alami terletak pada
                                                                       adanya    peran    aktif  manusia    yang
                                                                       menggunakan musuh alami (pemangsa,
                                                                       parasitoid, patogen, dan pesaing) di dalam
                                                                       mengendalikan hama.

         2.      Dalam pengendalian hayati dapat dilakukan dengan      Teknik    pengendalian    hayati   dengan
                 pendekatan introduksi, augmentasi, dan konservasi.    menggunakan parasitoid dan predator yang
                 Diantara ketiga pendekatan tersebut, jelaskan         dilakukan    sampai    saat    ini   dapat
                 pendekatan yang paling mudah dilakukan!               dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu
                                                                       introduksi, augmentasi dan konservasi.
                                                                       Meskipun    ketiga   teknik  pengendalian
                                                                       hayati tersebut   berbeda tetapi dalam
                                                                       pelaksanaanya sering digunakan secara
                                                                       bersama.   Ketiga    pendekatan   tersebut
                                                                       mudah dilakukan semua karena :
                                                                       • Teknik introduksi seringkali disebut
                                                                          sebagai praktek pengendalian hayati
                                                                          klasik. Hal ini disebabkan karena pada
                                                                          tahap permulaaan sebagian besar usaha
                                                                          pengendalian    hayati    menggunakan
                                                                          teknik   tersebut.  Usaha    introduksi
                                                                          bertujuan untuk mencari musuh alami
                                                                          hama tersebut di daerah asalnya dan
                                                                          memasukkannya ke daerah baru. Di
                                                                          daerah asal hama tersebut mungkin
                                                                          tidak menjadi masalah bagi petani
                                                                          karena populasinya telah dapat diatur
                                                                          dan dikendalikan oleh agens musuh
                                                                          alami setempat.
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99