Page 97 - EMODULE ARTHROPODA MUSUH ALAMI
P. 97

Kunci Jawaban Uji Kompetensi 1                                                                          89


      No              Pertanyaan                                       Kunci Jawaban

      4.                                                               Kegiatan    pengendalian     hayati   mulai
                                                                       menurun setalah ditemukan insektisida DDT
                                                                       sampai    akhir   dekade    60-an.   Teknik
                                                                       pengendalian hayati kembali diperhatikan
                                                                       setelah diajukan oleh (Stern & Bosch, 1959)
                                                                       konsep pengendalian terpadu dan tulisan
                                                                       Silent Spring oleh (Carson, 1962). Konsep
                                                                       pengendalian    hayati   sampai    akhirnya
                                                                       disempurnakan         menjadi        konsep
                                                                       pengendalian hama terpadu.

      5.              Apa saja peran predator sebagai musuh alami      Predator yang bersifat polifag bertindak
                      dalam pengendalian hayati ?                      sebagai penjaga keseimbangan antara hama
                                                                       dan komplek musuh alami. Serangga predator
                                                                       yang bersifat olifag biasanya digunakan untuk
                                                                       pengendalian    hayati.  Manfaat    predator
                                                                       spesifik    biasanya    digunakan      untuk
                                                                       mengendalikan serangga eksotik atau yang
                                                                       dating dari luar (Gazali, 2015). Predator
                                                                       umumnya bersifat polyphagous, yaitu dapat
                                                                       memangsa lebih dari satu mangsa dan tidak
                                                                       tergantung  pada   satu   mangsa.   Menurut
                                                                       Marwoto (2007), berdasarkan kemampuan
                                                                       memangsa, siklus hidup, laju pertumbuhan,
                                                                       populasi dan umur serangga dewasa, maka
                                                                       suatu predator dapat menurunkan populasi
                                                                       suatu serangga hama secara signifikan.
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101