Page 35 - 1E-MODUL FUNGSI DAN LIMIT DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DAN BERNUANSA PEMECAHAN MASALAH JOHN DEWEY
P. 35
y = f (x ) + 2
y = | | + 2
x = 0 y = | | +2 = |0| + 2 = 2
x = 1 y = | | +2 = |1| + 2 = 3
x = 2 y = | | = |2| + 2 = 4
Persamaan fungsi 4
y = f (x – 3) +3
y = | – 3|
x = 0 y = | | = |0 − 3| +3= 6
x = 1 y = | | = |1 − 3| +3= 5
x = 2 y = | | = |2 − 3| +3= 4
maka gambar grafiknya
y y
y y
2
1 1
x x x x
1 2 3 1 2 3
y = | |+2 y = | − 3|+2
y = | | y = | − 3|
Tahap Evaluasi
Jadi, berdasarkan yang terlihat pada keempat grafik tersebut memiliki bentuk yang sama,
tiga grafik terakhir hanya terjadi pergeseran (translasi) dari grafik pertama. Pergantian x
menjadi x – 3 akan menggeser bidak catur tersebut sebesar 3 satuan ke kanan, kemudian
x + 2 berarti menggeser bidak catur sebesar 2 satuan ke atas serta (x-3)+2 menggeser
bidak catur 3 satuan kekanan dan 2 satuan keatas.
Contoh
Aldi adalah seorang penata dekorasi panggung, dia ingin memindahkan dekorasi pohon
yang digunakan sebagai pendukung pementasan acara drama. Buatlah sketsa grafik
dekorasi pohon yang telah digeser oleh Aldi:
2
a. f(x) = x
2
b. g(x) = (x - 1)
2
c. h(x) (x - 1) -2
Penyelesaian:
27

