Page 621 - Bu Kek Siansu 01_Neat
P. 621

menyaksikan  kehebatan  ilmu  kepandaian  Soan  Cu  tadi  dan  jug  ngeri

               menyaksikan  senjatasenjata  yang  ampuh  dan  ganas  itu.  Berangkatlah  mereka

               berempat, kembali ke timur menuju ke Tiang-an, kota raja pertama yang telah

               terjatuh ke tangan An Lu Shan.


               Setelah berhasil menduduki Lok-yang ibu kota kedua itu melalui pertempuran

               yang seru, An Lu Shan memimpin pasukan intinya menuju ke Tiang-an. Kembali

               dia  harus  menghadapi  perlawanan  gigih  di  Lembah  Tung  Kuan,  akan  tetapi

               setelah lembah ini didudukinya, pasukan-pasukan terus menekan dan bergerak

               menuju ke Tiang-an.

               Demikianlah,  Tiang-an,  ibu  kota  yang  megah  itu,  diserbu  dan  didudukinya

               dengan amat mudah, hampir tidak ada perlawanan sama sekali. Hal ini adalah

               karena banyak kaki tangan dan mata-matanya yang dipimpin oleh Ouwyang Cin

               Cu dan The Kwat Lin, telah lebih dulu melakukan kekacauankekacauan sehingga


               melemahkan  pertahanan,  juga  Kaisar  melarikan  diri  meninggalkan  kota  raja
               Tiang-an, hal ini membuat para pasukan penjaga menjadi kehilangan semangat


               dan  sebagian  besar  di  anatara  mereka  menyatakan  takluk  tanpa  melalui
               peperangan yang lama, ada pula yang melarikan diri menyusul rombongan Kaisar


               ke barat. Seperti biasa terjadi di waktu perang, dari jaman dahulu sebelum sejarah
               tercatat sampai sekarang, akibat-akibat yang mengerikan terjadi dan menimpa


               diri pihak yang kalah perang.

               Demikian pula nasib para bangsawan di kota raja yang tidak sempat melarikan

               diri. Banyak orang dibunuh


                hanya oleh  tudingan        jari  tangan          orang lain  yang

               memfitnahnya, mengatakan bahwa orang itu adalah matamata


               pemrintah. Mayat bergelimpangan di sepanjang jalan dan

               anggauta-anggauta pasukan pemberontak


               yang menang perang itu berpesta pora mengangkuti harta




                                                           620
   616   617   618   619   620   621   622   623   624   625   626