Page 622 - Bu Kek Siansu 01_Neat
P. 622

benda dan wanita dari pihak yang kalah. Jerit


               tangis  wanita-wanita  yang  dipaksa  dan  diperkosa,  membumbung  tinggi  ke

               angkasa, bercampur baur dengan.sorak dan tawa kemenangan. Dan An Lu Shan,

               seorang yang ahli dalam hal memimpin pasukan, sengaja membiarkan saja hal itu

               terjadi agar darah yang bergolak di

               dada para anak buahnya dapat diredakan. Beberapa hari kemudian, setelah anak

               buahnya  sepuas-puasnya  dan  sekenyang-kenyangnya  mengganggu  wanita  dan

               merebutkan  harta  benda  yang  ditinggal  lari,  barulah  muncul  perintah  yang

               melarang perbuatan seperti itu.


               Namun  An  Lu  Shan  juga  tidak  melupakan  janji-janjinya  kepada  para

               pembantunya  yang  telah  berjasa.  Dengan  royal  dia  lalu  membagi-bagikan

               pangkat, gedung bekas tempat tinggal para bangsawan yang melarikan diri atau

               terbunuh,  membagi-bagikan  harta  benda  dan  para  puteri  cantik  yang  menjadi

               tawanan. Maka selama beberapa bulan lamanya berpesta poralah para kaki tangan

               An Lu Shan yang menerima hadiah-hadiah itu.


               Tentu saja An Lu Shan lebih lagi memperhatikan para pembantu yang tangguh

               dan yang masih diharapkan bantuan mereka. Kepada mereka ini dia memberi

               hadiah  yang  lebih  besar  lagi.  Dia  tidak  mengingkari  janjinya  terhadap  para

               pembantu yang berjasa besar seperti The Kwat Lin bekas Ratu Pulau Es itu, maka

               setelah Tiang-an diduduki, putera The Kwat Lin yang bernama Han Bo ong lalu

               diberi  anugerah  pangkat  pangeran!  The  Kwat  Lin  sendiri  diangkat  menjadi

               seorang  panglima  pengawal,  sedangkan  Ouwyang  Cin  Cu  diangkat  menjadi

               koksu (guru penasihat negara). Dapat dibayangkan betapa girangnya hati The

               Kwat Lin. Cita-citanya tercapai, puteranya telah menjadi pangeran dan kalau dia

               pandai mengatur kelak siapa tahu terbuka kesempatan bagi para puteranya untuk

               menjadi Kaisar! Tidaklah mengherankan apa yang terkandung dalam hati The

               Kwat Lin sebagai cita-cita ini. Sudah lajim bagi kita manusia di dunia ini untuk

               selalu menjadi hamba dari cita-cita kita sendiri. Seluruh kehidupan ini seolah-



                                                           621
   617   618   619   620   621   622   623   624   625   626   627