Page 623 - Bu Kek Siansu 01_Neat
P. 623

olah dikuasai dan diatur oleh cita-cita kita masingmasing. Kita tenggelam dalam

               khayal dan cita-cita, tidak tahu betapa cita-cita amatlah merusak hidup kita . Cita-

               cita membuat pandang mata kita selalu memandang jauh ke depan penuh harapan

               untuk  mencapai  sesuatu  yang  kita  citacitakan.  Pandang  mata  yang  selalu

               ditujukan ke masa depan yang belum ada ini, tangan yang dijangkaukan ke depan

               untuk selalu mengejar apa yang belum kita miliki membuat kita hidup seperti

               dalam  bayangan.  Kita  tidak  mungkin  dapat  menikmati  hidup,  padahal  hidup

               adalah saat demi saat, sekarang ini, bukan masa depan yang merupakan bayangan

               khayal atau masa lalu yang sudah mati. Sekali kita menghambakan diri kepada

               cita-cita, selama hidup kita akan terbelenggu oleh cita-cita karena tidak ada cita-

               cita  yang  dapat  terpenuhi  sampai  selengkapnya,  dan  kita  terseret  ke  dalam

               lingkaran setan yang tak berkeputusan. Mendapat satu ingin dua, memperoleh

               dua mengejar tiga dan selanjutnya, itulah cita-cita! Dan semua itu akan kita kejar

               terus sampai kematian merenggut kehidupan kita, bahkan di ambang kubur sekali

               pun di waktu mendekati kematian, kita masih terus di cengkeram cita-cita, yaitu

               cita-cita untuk masa depan sesudah mati! Betapa mungkin kita dapat menikmati

               hidup ini kalau mata kita selalu memandang masa datang yang belum ada?


               Sebaliknya, orang yang bebas dari cita-cita, bebas dari masa lalu dan masa depan,

               dapat menghayati hidup ini saat demi saat! Demikian pula dengan The Kwat Lin.

               Cita-citanya  tercapai  dengan  diangkatnya  puteranya  menjadi  pangeran,  akan

               tetapi sudah habis di situ sajakah cita-citanya? Sama sekali belum! jauh dari pada

               cukup atau habis! Bahkan citacita barunya yang lebih hebat baru saja dia mulai,

               yaitu  citacita  melihat  puteranya  menjadi  kaisar!  Karena  cita-cita  ini,  maka

               keadaannya  pada  saat  itu  tidak  terasa  membahagiakan,  bahkan  terasa  amat

               kurang. Hanya pangeran! hanya panglima pengawal! Jauh dibandingkan dengan

               puteranya menjadi kaisar dan dia menjadi ibu suri!


               Banyak orang membantah, mengatakan bahwa cita-cita mendatangkan kemajuan,

               tanpa cita-cita




                                                           622
   618   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628