Page 20 - E-Magazine Minanga Edisi 2025
P. 20
Koleksi – koleksi Museum
Sesuai namanya, museum Sriwijaya
menampilkan benda-benda sejarah yang
berhubungan dengan Kerajaan Sriwijaya. Teman-
teman srivijayans akan dibawa melewati 3 masa
dari Kerajaan Sriwijaya yaitu masa Pra-Sriwijaya
alias masa sebelum kerajaan Sriwijaya berdiri,
masa Sriwijaya alias masa ketika Kerajaan
Sriwijaya berkuasa, dan terakhir masa Pasca
Sriwijaya alias masa setelah keruntuhan Kerajaan
Sriwijaya.
Ketika memasuki museum, teman-teman
Kondisi Taman Wisata Kerajaan srivijayans akan dibawa ke masa Pra-Sriwijaya.
Sriwijaya sebelum dibangun
Sejarah Museum Masa Pra Sriwijaya ditandai dengan adanya
Situs Megalitik di Kawasan Dataran Tinggi
Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Pasemah yakni Pagaralam, Lahat, dan Musi
sendiri dibangun pada bulan Rawas. Pada kawasan ini banyak ditemui benda-
November 1993 hingga Maret 1994 benda tinggalan yang bercorak kebudayaan
dengan berdasarkan situs Megalitikum dengan arca-arca berukuran besar,
Karanganyar. Situs Karanganyar peralatan dari batu, dan sistem religinya. Masa
sebelumnya telah dilakukan penelitian pra Sriwijaya ini kemudian maju ke sekitar abad
dan ekskavasi untuk mengetahui 5 – 7 masehi dengan adanya Situs Air Sugihan
kondisinya secara keseluruhan. dan Situs Karang Agung Tengah. Di masa pra
Penelitian pertama Situs Karanganyar sriwijaya ini, dipamerkan manik-manik, porselen,
pada tahun 1984 menghasilkan sebuah dan guci yang berasal dari kedua situs tersebut. Replika Arca Buddha
Bukit Siguntang
gambaran mengenai kondisi geografis
dan fisik situs yang berupa pulau
berbentuk bujur sangkar, jaringan
kanal, parit, dan kolam air yang diduga
kuat merupakan buatan manusia dan
diperkirakan merupakan peninggalan
Kedatuan Sriwijaya (Palembang, 1994).
Untuk melengkapi taman ini, dibangun
pula Museum yang dinamakan Museum
Sriwijaya yang berisi informasi-
informasi mengenai Taman Wisata
Kerajaan Sriwijaya khususnya sejarah
dari Kedatuan Sriwijaya. Taman Wisata
Kerajaan Sriwijaya diresmikan pada
tanggal 22 Desember 1994 oleh
Presiden Soeharto (Soeroso, 2017).
38 38 Guci dan Manik-manik Figur Kepala ular pada replika 39 39
Prasasti Telaga Batu koleksi
Museum Sriwijaya
dari Situs Air Sugihan