Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 31

masalah produktivitas tenaga kerja nasional belum selesai. Menurutnya, kenaikan
               UMP seharusnya dua kali dari pertumbuhan produktivitas tenaga kerja. Artinya,
               Fithra mengusulkan UMP tahun depan hanya naik 4%---6%.

               "Sebesar 8,5% ini cenderung tinggi. Artinya, akan ada kemungkinan lay-off atau
               switching dari tenaga kerja menuju otomatisasi. Kalau sudah otomatisasi, potensi
               PHK [pemutusan hubungan kerja] PHK lebih tinggi. Dampak jangka menengah
               adanya relokasi industri keluar Indonesia. Investasi yang masuk akan menahan dan
               diversi," katanya.

               Fithra mengusulkan agar pemerintah menerapakan sejumlah kebijakan. Pertama,
               membenahi ekosistem bisnis dan ketenagakerjaan nasional dalam waktu dekat.
               Kedua, melakukan deregulasi dan debirokratisasi peraturan yang terkandung dalam
               16 paket ekonomi. "[Sampai saat ini] implementasinya kurang dan cenderung
               tumpang tindih. Ini harus dibereskan."

               Fithra menyarankan agar pemerintah belajar dari kesuksesan Vietnam dalam
               menarik investasi. Menurutnya, proses pengambilan keputusan pemerintah Vietnam
               lebih cepat dengan model pemerintahan terpusat. Fithra mengatakan kemampuan
               negosiasi Vietnam dan Thailand lebih unggul, sedangkan pemerintahan nasional
               cenderung birokratis.

               Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Benang dan Filamen (APSyFI) Redma
               Wirawasta mengaku tidak bisa membayangkan dampak kenaikan UMP pada industri
               tekstil. Menurutnya, pekerja di industri tekstil dan produk tekstil pun sudah mengerti
               dengan keadaan industri saat ini.

               "Kalau [UMP] dinaikkan dia [pekerja] tahu perusahaannya tidak akan sanggup
               bayar. Jadi, saya harap pemerintah bisa mengeti kondisi tekstil sekarang. Karena
               kami tahu, tenaga kerja yang di pabrik sudah mengerti [kondisi tekstil saat ini],"
               katanya kepada Bisnis.

               Belasan perusahaan tekstil telah merumahkan lebih dari 40.000 tenaga kerja hingga
               medio kuartal III/2019. Redma mengusulkan kenaikan UMP pada tahun depan tidak
               berdasar pada rumus pertumbuhan ekonomi plus inflasi, melainkan negosiasi
               langsung antara pelaku industri dan tenaga kerja.

               Selain itu, Redma berujar beberapa pelaku industri juga menggunakan skema lain
               dalam pembayaran upah tenaga kerja salah satunya penangguhan pengupahan.
               Menurutnya, industri hulu dan antara TPT saat ini berat untuk menaikkan UMP pada
               tahun depan.

               Sumber : bisnis.com









                                                       Page 30 of 173.
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36