Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 41

Naufal menambahkan bahwa selama ini manfaat JKK selama ini telah hadir secara
               lengkap, seperti perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan
               medis, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian karena
               kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal
               sebesar 56 kali upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan
               pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

                "Manfaat JKK di atas menjadi semakin baik lagi dengan terbitnya PP Nomor 82
               Tahun 2019, antara lain berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja,
               ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya hanya
               6 bulan. Setelah 12 bulan, seterusnya peserta akan mendapatkan pengganti upah
               sebesar 50% hingga sembuh," papar Nuafal.


                Ia menjelaskan bahwa biaya transportasi bagi peserta yang mengalami JKK juga
               meningkat yaitu untuk angkutan darat dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta,
               angkutan laut dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan angkutan udara menjadi Rp10
               juta dari sebelumnya Rp2,5 juta.

                "Peningkatan manfaat lainnya yang juga sangat signifikan adalah bantuan
               beasiswa. Jika sebelumnya bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp12 juta untuk
               satu orang anak, kini menjadi maksimal sebesar Rp174 juta untuk maksimal dua
               orang anak sejak masuk taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari
               bangku kuliah," tutu Naufal.

                "Dengan begitu kenaikan manfaat beasiswa tersebut mencapai 1.350% jika
               dibandingkan dengan sebelumnya yang diharapkan pendidikan anak perserta dapat
               lebih terjamin," tegasnya.

                Pada program JKK pemerintah juga menambahkan manfaat berupa perawatan di
               rumah atau home care sebesar maksimal Rp20 juta untuk maksimal 1 tahun per
               kasus. Manfaat ini diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan
               pengobatan ke rumah sakit.


                Selain itu BPJAMSOSTEK juga menanggung biaya pemeriksaan diagnostik, yang
               dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus penyakit akibat
               kerja (PAK). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan agar pengobatan dapat
               dilakukan hingga tuntas.

                Tidak hanya program JKK, program JKM juga mendapatkan peningkatan manfaat
               yang cukup signifikan. Selama ini manfaat program JKM yang diterima ahli waris
               terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama
               24 bulan, bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk 1 orang anak dengan total
               manfaat sebesar Rp24 juta.

                "Namun, dengan disahkannya peraturan ini total manfaat santunan JKM meningkat
               sebesar 75% menjadi Rp42 juta. Hal ini tidak terlepas dari kepedulian pemerintah
               untuk membantu meringankan beban pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan,"
               katanya.




                                                       Page 40 of 99.
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46