Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 46

Menurutnya, dari nama pencetusan aturan ini sudah simpang siur. Pada awalnya,
               RUU ini dinamai RUU Cipta Lapangan Kerja, setelah melalui perundingan menjadi
               RUU Cipta kerja.


                "Kepentingan ekonomi. Pemerintah Jokowi menilai kondisi ekonomi di Tahun 2020
               ini akan cukup berat. Pemerintah merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang
               berdampak dengan permasalahan ekonomi, dan perlu menstabilkan. Menstabilkan
               apa? Kondisi investasi," ungkap dia.

                 Iman mengungkapkan, pandangan antara pengamat berbanding terbalik dengan
               pemikiran pemerintah Jokowi.


                "Padahal menurut para pengamat, kondisi perekonomian pemerintah Jokowi sangat
               sehat dalam menjalankan roda ekonomi di tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi
               Indonesia lebih baik dibandingkan yang lain, sehingga banyak pengamat yang
               menilai mengapa harus buat Omnibus law," ungkapnya.

                Ia mempertanyakan apa yang menjadi dasar kepentingan pemerintah membuat
               RUU Omnibus Law ini. Sedangkan sosialisasi kepada masyarakat jarang dilakukan.

                "Pemerintah dalam hal ini, jarang sekali melakukan sosialisasi soal Omnibus Law,
               baik pusat atau daerah. Selain itu, mekanisme yang dilakukan seolah tidak
               menyerap aspirasi warga, terutama buruh," jelasnya.

                Ia menilai, dengan adanya masa reses bagi anggota DPR, ada kesempatan untuk
               menampung aspirasi atau masukan seluas-luasnya, sehingga ke depannya tidak
               mengedepankan kepentingan pengusaha, tapi kepentingan buruh.

                "Negara, tidak memiliki niat menyengsarakan rakyatnya, tapi dalam proses politik
               ini akan menarik, maka negara harus aktif dalam memberikan pengetahuan soal
               RUU Omnibus Law ini," jelasnya.

                 Ketua Aliansi Buruh Jabar Ajat Sudrajat mengatakan, dalam hal pembentukan RUU
               Omnibus Law aliansi buruh dan aliansi pekerja tidak dilibatkan. "Kami dari buruh
               pekerja sudah sepakat menolak RUU Omnibus Law," katanya.

                "Serikat pekerja yang masuk ke tim 11 ini memang ditunjuk secara acak, nah ini
               memang kemarin sudah sepakat semua sudah keluar dengan kop suratnya masing-
               masing karena memang tidak dilibatkan dalam pembentukan RUU Omnibus Law ini,
               itu hanya ditulis punggung masuk, masuk, masuk aja," ujarnya.


                Pihaknya menuntut pemerintah untuk tidak mengesahkan RUU Omnibus Law itu,
               karena akan merugikan buruh.

                "Kami dari kalangan buruh pekerja, khususnya di Jawa Barat dengan instruksi
               masing-masing di Tim 11 keluar, dengan menyisakan satu serikat. Semua sepakat
               dua tuntutan utama, kalau tidak dihapuskan Omnibus Law tapi keluarkan cluster
               tenaga kerjaan dari RUU Cipta kerja," pungkasnya.





                                                       Page 45 of 99.
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51