Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 34
Title SALAH PERSEPSI MASYARAKAT SOAL KARTU PRA
Media Name viva.co.id
Pub. Date 21 Maret 2020
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1206607-salah-persepsi-masyarak at-soal-kartu-
Page/URL
pra-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah telah meluncurkan situs resmi program kartu pra-kerja, Jumat 20 Maret
2020. Pendaftaran program tersebut akan dilaksanakan pada awal April 2020. Kartu
pra-kerja diperuntukkan diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMA atau perguruan tinggi
yang belum memiliki pekerjaan. Kartu pra-kerja akan diberikan biaya pelatihan kerja
dalam jangka waktu 6-12 bulan.
Namun, di kalangan masyarakat banyak salah persepsi mengenai program tersebut.
Kartu pra-Kerja disebutkan sebagai tunjagan bagi pengangguran. Kepala Staf
Kepresidenan, Moeldoko, menjelaskan bahwa program kartu pra-kerja bukan menggaji
para pengangguran. Menurut dia, banyak orang salah tafsir mengenai program
pemerintahan Jokowi yang pertama kali didengungkan pada masa kampanye.
"Kartu pra-kerja ini bukan menggaji pengangguran. Ini tafsiran yang salah," kata
Moeldoko saat peluncuran kartu pra kerja di kantor Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.
Yang ada, kata Moeldoko, pemerintah membantu masyarakat khususnya usia produktif
mendapatkan pelatihan-pelatihan. Pemerintah memberi bantuan biaya agar calon
tenaga kerja yang kemungkinan diserap dari lulusan SMA/SMK, atau pekerja beralih
profesi dan korban PHK agar tidak menjadi pengangguran. Tujuannya agar masyarakat
yang dikategorikan usia produktif meningkatkan keahlian dan pengalaman mereka
ketika benar-benar terjun di dunia kerja atau kewirausahaan.
"Kartu pra kerja memberikan bantuan biaya pelatihan. Tujuannya dari kartu pra-kerja
mendorong ke pekerjaan dan kewirausahaan," kata mantan Panglima TNI tersebut.
Menurut Moeldoko, pemerintah menyadari bahwa setiap perusahaan ketika ingin
menyerap tenaga kerja membutuhkan dua syarat. Dua syarat itu lah, kata dia, yang
berupaya dikerjakan pemerintah yakni mengadakan pelatihan sekaligus memberikan
pengalaman.
Moeldoko juga mengatakan, kartu pra-kerja bukan satu-satunya program prioritas
pemerintah di periode ke dua dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Ia
menyebut, program lain yang akan terus didorong seperti Kartu Indonesia Pintar,
merevitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan digital talent scholarship .
"Karena tugas pemerintah sekali lagi mendorong ke pekerjaan dan kewirausahaan
bukan menjamin," ujarnya.
Page 33 of 134.

