Page 35 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 35
Title KURANG EFEKTIF, KARTU PRAKERJA HANYA AKOMODASIKAN SEBAGIAN KECIL
PENGANGGURAN
Media Name bisnis.com
Pub. Date 21 Maret 2020
Page/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20200321/12/1216157/kurang-efektif-kar tu-prakerja-
hanya-akomodasikan-sebagian-kecil-pengangguran
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Implementasi Kartu Prakerja dianggap masih kurang efektif karena
hanya bisa mengakomodir paling tidak sepertiga dari jumlah angka pengangguran
terbuka.
Sekjen Organisasi Seluruh Pekerja Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan
pemerintah menyiapkan alokasi dana senilai Rp10 triliun untuk Kartu Prakerja yang
ditujukan kepada 2 juta pencari kerja. Menurutnya, adanya kartu Kartu Prakerja ini
tak hanya membantu pengangguran namun juga bisa membantu para pekerja yang
kehilangan pekerjaannya akibat krisis ekonomi sebagai dampak pandemi Corona atu
Covid-19.
"Wabah Covid 19 berdampak pada kelangsungan usaha, yang akhirnya PHK
dilakulan. Ada beberapa perusahaan yang melakukan PHK atau juga merumahkan
pekerjanya. Beberapa sektor yang sudah terkena dampak adalah pariwisata. Oleh
karena itu kehadiran kartu pra kerja memang bisa jadi upaya mengisi waktu sampai
kondisi ekonomi normal kembali," jelas Timboel, Jumat (20/3/2020).
Kendati, jika dilihat dari sisi efektifitas, kartu pra kerja ini masih belum efektif.
Pasalnya saat ini angka pengangguran terbuka mencapai 7 juta orang lebih. Belum
lagi, akibat krisis Covid 19 membuat para pekerja harian, informal dan juga pekerja
di sektor pariwisata terpaksa kehilangan pekerjaannya.
"Saya kira dana Rp10 Triliun memang harus ditambah mengingat tingkat
pengangguran terbuka sudah 7 juta orang, pertumbuhan angkatan kerja 2,5 juta
per tahun dan belum lagi adanya PHK karena wabah Covid 19."
Namun, imbuhnya, usulan untuk menambah penerima kartu pra kerja itu bisa
ditambah setelah krisis virus pandemi ini selesai. Dia mengakui jika saat ini
penerimaan APBN cukup sulit karena banyaknya insentif yang diberikan oleh
pemerintah.
"Namun demikian utk tahun ini alokasi Rp10 triliun sudah cukup dulu mengingat
penerimaan ABPN juga sulit apalagi adanya insentif PPh krn ekonomi memang
Page 34 of 134.

