Page 122 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 122
Judul Buruh Beberkan Alasan Kukuh Minta Upah Minimum 2022 Naik 10
Persen
Nama Media liputan6.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.liputan6.com/bisnis/read/4672416/buruh-beberkan-
alasan-kukuh-minta-upah-minimum-2022-naik-10-persen
Jurnalis Maulandy Rizky Bayu Kencana
Tanggal 2021-09-30 19:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Satu sewa rumah. Dua transportasi. Angkot itu gara-gara
penumpang sedikit kan dia naikin harga secara enggak langsung
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Kemudian yang terasa juga adalah kenaikan bahan-bahan
makanan, telur kan agak turun tuh. Jadi beberapa item bahan makanan. Saya rasa itu yang
signifikan
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Daya belinya turun. Harga barang naik, sewa rumah naik,
transportasi naik, tapi upah tidak naik signifikan. Itu artinya daya beli turun
neutral - Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemnaker) Sesuai
UU Cipta Kerja kenaikan upah minimum berdasarkan variabel inflasi atau Pertumbuhan Ekonomi
(PE) mana yang lebih besar. Kita lihat saja antara dua variabel itu yang nilainya lebih besar
dengan menghitung juga batas atas dan sebagainya batas bawah
Ringkasan
Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah
menetapkan kenaikan rata-rata UMK atau upah minimum 2022 sebesar 7-10 persen. Hitungan
ini mengacu pada survei lapangan dan pasar yang dilakukan KSPI tentang kebutuhan hidup layak
buruh yang terdiri dari 60 item. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, beberapa poin terpenting
dari 60 item itu terkait dengan harga sewa rumah dan jasa transportasi yang terus mengalami
kenaikan.
BURUH BEBERKAN ALASAN KUKUH MINTA UPAH MINIMUM 2022 NAIK 10 PERSEN
Jakarta Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta
pemerintah menetapkan kenaikan rata-rata UMK atau upah minimum 2022 sebesar 7-10 persen.
121

