Page 123 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 123

Hitungan ini mengacu pada survei lapangan dan pasar yang dilakukan KSPI tentang kebutuhan
              hidup layak buruh yang terdiri dari 60 item.
              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, beberapa poin terpenting dari 60 item itu terkait dengan
              harga sewa rumah dan jasa transportasi yang terus mengalami kenaikan.

              "Satu sewa rumah. Dua transportasi. Angkot itu gara-gara penumpang sedikit kan dia naikin
              harga secara enggak langsung," kata Iqbal kepada Kamis (30/9/2021).

              Selanjutnya,  dia  turut  mengutip  soal kenaikan  harga  bahan  konsumsi yang  masih  melonjak.
              Menurut dia, UMK saat ini cenderung belum bisa menopang kebutuhan konsumsi para buruh.

              "Kemudian yang terasa juga adalah kenaikan bahan-bahan makanan, telur kan agak turun tuh.
              Jadi beberapa item bahan makanan. Saya rasa itu yang signifikan," tuturnya.

              Jika upah buruh tidak naik setidaknya hingga 7-10 persen, Iqbal khawatir hal tersebut akan
              menurunkan daya beli masyarakat, sekaligus mengganggu sektor perdagangan.

              "Daya belinya turun. Harga barang naik, sewa rumah naik, transportasi naik, tapi upah tidak naik
              signifikan. Itu artinya daya beli turun," tegas dia.

              hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

              Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah
              menetapkan kenaikan rata-rata upah minimum 2022 atau UMK sebesar 7 sampai 10 persen.

              Hitungan ini mengacu pada survei lapangan dan pasar yang dilakukan KSPI tentang kebutuhan
              hidup layak buruh yang terdiri dari 60 item.

              Menanggapi,  Direktur  Hubungan  Kerja  dan  Pengupahan  Kemnaker,  Dinar  Titus  Jogaswitani
              mengatakan penentuan upah minimum buruh masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP)
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Dimana PP tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
              tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

              "Sesuai UU Cipta Kerja kenaikan upah minimum berdasarkan variabel inflasi atau Pertumbuhan
              Ekonomi (PE) mana yang lebih besar. Kita lihat saja antara dua variabel itu yang nilainya lebih
              besar dengan menghitung juga batas atas dan sebagainya batas bawah," jelas Dinar kepada
              Liputan6.com, Kamis (30/9/2021).

              Memang dalam PP 36 tahun 2021 tersebut, upah ditetapkan berdasarkan formulasi dari kondisi
              ekonomi dan ketenagakerjaan,  baik  meliputi pertumbuhan  ekonomi daerah  atau  inflasi  pada
              kabupaten kota yang bersangkutan.

              Bahkan di dalam pasal 25 ayat 4 dijelaskan, kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan sebagaimana
              dimaksud meliputi variabel paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah.
              Di mana penetapan ini bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik.












                                                           122
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128