Page 97 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 97
Namun, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengevaluasi BSU
Tahun 2021 di Jakarta, pada Jumat, 24 September 2021.
Evaluasi dilakukan terkait data penerima BSU, mekanisme penyaluran, kendala, dan
kemungkinan perluasan cakupan wilayah penerima, serta percepatan penyaluran BSU Tahun
2021.
"Evaluasi ini penting untuk meningkatkan prosentase penerima BSU tahun 2021 dan
meningkatkan kualitas program BSU," kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan
Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, dikutip dari kemnaker.go.id.
Sesuai arahan Menaker Ida Fauziyah, kata Indah, penyaluran BSU tahun 2021 hanya
menyalurkan BSU lewat rekening Himbar.
“Sehingga pekerja yang telah memenuhi syarat dan lolos verifikasi, namun tak memiliki rekening
Himbara, akan dibukakan rekening baru secara kolektif (burekol).
Indah menegaskan, total data calon penerima BSU yang dikirimkan BPJSTK sebanyak 7.748.630
calon penerima. Setelah melalui proses pemadanan data, BSU telah disalurkan sebanyak
4.911.200 orang penerima.
"Total dana yang telah disalurkan hingga saat ini per-24 September, sebesar
Rp4.911.200.000.000, yang terdiri dari rekening existing Bank Himbara dan burekol," ujarnya.
Dalam penyaluran BSU melalui rekening Himbara selama ini, juga ditemukan berbagai
permasalahan yakni:
1. Komunikasi antar Bank di kantor pusat dan kantor cabang yang tidak sinkron, telah
mengakibatkan proses aktivasi tak bisa dilakukan secara cepat.
2. Terbatasnya sumber daya Bank dalam pelayanan aktivasi rekening baru secara kolektif,"
katanya.
3. Gagal salur untuk rekening eksisting meski telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh bank
sebelum ditetapkan sebagai penerima BSU oleh KPA.
4. Kurangnya diseminasi Bank kepada pekerja penerima BSU mengenai mekanisme penyaluran
BSU.
5. Perusahaan menolak menerima dana BSU untuk pekerja karena kurangnya sosialisasi kriteria
penerima BSU.
6. Lemahnya koordinasi dan sosialisasi antara BPJS TK Pusat dengan kantor cabang dan BPJS
TK dengan Bank Himbara dalam pelaksanaan penyaluran BSU.
Dirjen Indah menambahkan, seluruh permasalahan yang dievaluasi berasal dari pengaduan
masyarakat ke PHI melalui media sosial maupun pesan jaringan pribadi.
"Tim PHI berpandangan pengaduan masyarakat ini harus memperoleh perhatian serius untuk
ditindaklanjuti," katanya.***
96

