Page 101 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 101

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program
              Jaminan Pensiun, usia pensiun diatur 56 tahun. Ketentuan tersebut berubah pada tahun 2019
              menjadi 57 tahun dan bertambah satu tahun setiap tiga tahun hingga maksimal 65 tahun.

              Sementara itu, aturan usia pensiun bagi karyawan swasta tidak dibatasi spesifik oleh pemerintah.
              Ketentuan pensiun bagi pegawai swasta didasarkan pada perjanjian kerja antara pemberi kerja
              dengan pekerja.

              Berdasarkan  PP  45/2015  itu  peserta  JP  baru  dapat  menerima  manfaat  setelah  masuk  usia
              pensiun. Bila berdasarkan kontrak kerja usia pensiun pekerja di bawah ketentuan tersebut maka
              harus menunggu untuk mendapatkan manfaat JP.

              "Maka pekerja yang memasuki usia pensiun harus menunggu manfaat pensiunnya," ujar Direktur
              Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos)
              Indah Anggoro Putri sebelumnya saat rapat dengan Komisi IX DPR.

              Hal serupa juga akan terjadi pada ketentuan jaminan pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN).
              Bila  jaminan  pensiun  ASN  masuk  dalam  penyelenggaraan  BP  Jamsostek,  maka  usia  pensiun
              tersebut akan berbeda pada aturan Undang Undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN.

              Pada UU tersebut diatur masa pensiun ASN 58 tahun bagi pejabat administrasi dan 60 tahun
              bagi  pejabat  pimpinan  tinggi.  Sementara  untuk  pejabat  fungsional  diatur  oleh  peraturan
              perundang-undangan.

              Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menyebut belum membahas sinkronisasi usia pensiun
              tersebut. Aturan turunan terkait pelaksanaan JP tersebut masih dalam pembahasan.

              "Peraturan turunan Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun PNS masih dibahas lebih lanjut,"
              ungkap Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN, Satya Pratama.









































                                                           100
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106