Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JANUARI 2020
P. 57
"Tantangan yang kita hadapi dalam pengembangan SDM saat ini cukup kompleks,
mulai dari angkatan kerja kita yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah, tingkat
produktivitas stagnan, dan tingkat daya saing yang perlu kita tingkatkan," kata
Menaker Ida.
Dalam kesempatan dialog tersebut, Menteri Ida mengatakan, dibutuhkan sinergitas
antar unit di Kemnaker dalam upaya memberikan pelayanan optimal kepada
masyarakat. "Tak bisa pelayanan PTSA bekerja secara optimal tanpa didukung
semua unit yang ada di sini," ujar Ida Fauziyah
Menteri Ida juga mencontohkan pentingnya sinergitas dalam program Kartu
Prakerja. Sertifikat kerja yang dimiliki setelah mengikuti pelatihan akan percuma,
apabila pemilik sertifikat kerja masih menganggur. Oleh sebab itu, pentingnya
Binapenta membuka perluasan kesempatan kerja seluas-luasnya, karena sudah
mengetahui demand-nya.
"Binalattas yang melakukan pelatihan dan BNSP memberikan sertifikasinya, dan
penempatannya oleh Binapenta. Setelah ditempatkan, ada peran PHI untuk
membangun hubungan yang kondusif dan ada peran pengawas, bagaimana agar
norma-norma kerja berjalan dengan baik. Jadi, jika ada salah satu keluar dari siklus
itu, maka berarti ada yang pincang dari siklus yang kita bangun itu. Karena tidak
terjadi harmonisasi dan sinergitas antar kita," katanya.
Meski demikian lanjut Menaker Ida, tak ada kata terlambat untuk memulai
dibandingkan tak memulai sama sekali. "Mari menjadi bagian yang harmoni dari
keluarga besar Kemnaker. Bapak ibu punya peran strategis untuk terbangun
harmonisitas itu. Siap bapak ibu? Siap melepaskan ego masing-masing?" tanya
Menaker
"Siaap..!!" jawab serentak ratusan pegawai eselon 3 dan eselon 4 di lingkungan
Kemnaker.
Ke depan, Menteri Ida kembali menegaskan, bahwa kinerja pegawai Kemnaker tidak
dibangun berdasar dari finger print (absensi tangan) saja. "Mumpung tahun baru,
mari semangat baru. Kemnaker ini milik kita bersama. Mari berikan layanan terbaik
bagi masyarakat. Kita akan terus membangun kebersamaan ini, membangun
sinergitas dan sama-sama memotivasi antar kita masing-masing," katanya
Dalam kesempatan ini, Menaker Ida Fauziyah meminta pegawai Kemnaker menjadi
influencer ketenagakerjaan melalui media sosial yang dimiliki masing-masing.
"Bapak ibu harus menjadi influencer ketenagakerjaan yang menyosialisasikan
program-program pemerintah. Mari berikan layanan terbaik bagi masyarakat. Terus
dan jangan berhenti melakukan inovasi," ujar Menaker Ida.
Page 56 of 74.

