Page 152 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 152
Ia menyayangkan kasus ini mengingat besarnya potensi laut yang Indonesia miliki. Para nelayan
justru memilih bekerja sebagai ABK di atas kapal asing. Atas dasar itu, Ida mengaku telah
berdiskusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo agar para nelayan tersebut
dapat bekerja di atas kapal Indonesia.
"Terakhir kami melakukan rapat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ), Pak
Menteri mengajukan diri menyiapkan agar pelaut-pelaut kita bekerja di kapal bendera
Indonesia, memastikan kompetensinya, memastikan perlindungannya," ujar Ida dalam virtual
conference , Kamis (18/6).
"Dengan demikian para nelayan ataupun awak kapal perikanan kita tidak perlu lagi bekerja di
kapal asing," sambungnya.
Ida menilai, permasalahan mendasar yang kerap menjadi penyebab banyaknya nelayan bekerja
sebagai ABK di kapal asing adalah dualisme perizinan akibat lemahnya koordinasi antar-
kementerian. Tumpang tindih perizinan itu kemudian berdampak pada lemahnya pengawasan
terhadap perusahaan penempatan pekerja migran.
Menurut Ida, sebelum kasus perbudakan di kapal Long Xing 629 milik China mengemuka, ia
sudah sempat duduk bersama KKP dan Kementerian Perhubungan. Langkah tersebut dilakukan
demi mencari jalan keluar terhadap tumpang tindihnya aturan.
"Saya, Pak Menhub, Menteri KKP sudah duduk bersama terkait dualisme perizinan, saya sudah
janji ketemu Menhub sebelum beliau terinfeksi virus corona. Kami bertemu kembali, koordinasi
kami lakukan difasilitasi Pak Menko Maritim, akhirnya ada beberapa kesepahaman kita ke
depannya untuk mempercepat harmonisasi," pungkasnya.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona membuka c ampaign crowdfunding
untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang! KKP
Perbudakan ABK Ida Fauziyah TKI Kemenaker2020 (c) PT Dynamo Media Network Version
1.1.228.

