Page 244 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 244

Ida  menjelaskan,  pekerja  atau  buruh  merupakan  kelompok yang paling  merasakan  dampak
              pandemi. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 27 Mei 2020, sektor
              formal pekerja atau buruh yang dirumahkan sebanyak 1.059.284, sementara 380.221 orang di-
              PHK. Di sektor informal, 318.595 pekerja terkena dampak, sehingga total mejadi 1.757.464
              pekerja atau buruh.

              Selain itu, sekitar 100 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) kontrak kerja dan sisanya habis.
              Jumlah  itu  disebut  akan  terus  bertambah  sampai  Agustus  2020,  di  mana  calon  PMI  yang
              keberangkatannya tertunda mencapai 30 ribu orang.

              #div-gpt-ad-1589441958861-0 iframe{  border: 0px;  vertical-align: bottom;  position: fixed
              !important;   z-index:  1 !important;   left:  0px;   right:  0;    margin:  auto;    }         "Pemerintah
              berkomitmen  untuk  memberikan  perhatian  besar  dan  memberikan  prioritas  untuk  menjaga
              pemenuhan  kebutuhan  pokok dan  meningkatkan  daya  beli  masyarakat,"  kata  Ida  di  Kantor
              Kementerian Tenaga Kerja, Rabu (17/6).

              Ia melanjutkan, pemerintah telah mengambil berbagai langkah dalam menanggulangi dampak
              pandemi bagi pekerja atau buruh ter-PHK dan dirumahkan. Di antaranya, melalui program Kartu
              Prakerja yang didesain tak hanya untuk meningkatkan kompetensi, namun juga memiliki  social
              safety net.

              Dampak yang menimpa pekerja atau buruh, kata Ida, sudah terjadi di awal wabah virus corona
              merebak. Oleh karena itu, kebutuhan tidak hanya terkait peningkatan kompetensi pekerja atau
              buruh, tetapi agar mereka tetap bisa bertahan.

              Menaker Ida Fauziyah dan Mensos Juliari menyerahkan bansos berupa sembako kepada para
              pekerja  yang  terdampak  pandemi  Covid-19.  (Foto:  Dok.Kemnaker)    Mensos  Juliari  dalam
              kesempatan yang sama mengaku senang bekerja sama dengan Kemnaker. Ia mengaku selalu
              membuka ruang apabila Kemnaker masih memiliki data tambahan untuk penerima bansos yang
              dianggap kurang mampu. Melalui sinergi kedua pihak, ia percaya bantuan disalurkan dengan
              baik dan sesuai.

              "Pada saat pandemi Covid-19 kami sangat paham. Begitu Bu Menteri nelpon saya, saya langsung
              menyanggupi karena kalau melalui Kementerian Ketenagakerjaan, kami yakin bantuan ini tidak
              akan salah sasaran," kata Juliari.

              Juliari menambahkan, "Mudah-mudahan bantuan sembako Presiden RI ini bermanfaat bagi yang
              menerimanya,  khususnya  bagi  teman-teman  yang  mewakili,  minimal  (dapat)  meringankan
              kehidupan sehari-hari selama masa pandemi Covid ini."  (rea).
   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249