Page 91 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 91

sebagian besar peserta yang mendaftar untuk 3 gelombang yaitu 9,4 juta pendaftar bukanlah
              target  yang  disasar  oleh  program  ini.  "Kemudian  penggunaan  fitur  face  recognition  untuk
              kepentingan pengenalan peserta dengan anggaran Rp30,8 Miliar tidak efisien. Penggunaan NIK
              dan keanggotaan BP Jamsostek sudah memadai," ujarnya.

              Berdasarkan temuan di atas, KPK memberikan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan teknis
              pelaksanaan  program  Kartu  Prakerja.  Di  antaranya,  peserta  yang  disasar  pada  pekerja
              terdampak tidak perlu mendaftar daring melainkan dihubungi manajemen pelaksana sebagai
              peserta  program;  Penggunaan  NIK  sebagai  identifikasi  peserta  sudah  memadai,  tidak  perlu
              dilakukan penggunaan fitur lain yang mengakibatkan penambahan biaya.

              KPK juga menyarankan agar komite meminta pendapat hukum ke Kejaksaan Agung tentang
              kerja sama dengan delapan platform digital ini apakah termasuk dalam cakupan PBJ pemerintah
              atau tidak. "Serta platform digital tidak boleh memiliki konflik kepentingan dengan Lembaga
              Penyedia  Pelatihan.  Dengan  demikian  250  pelatihan  yang  terindikasi  harus  dihentikan
              penyediaannya," ujarnya.

              Selain itu, kurasi materi pelatihan dan kelaikannya untuk menentukan apakah dilakukan secara
              daring  agar  melibatkan  pihak-pihak  yang  kompeten  dalam  area  pelatihan  serta  dituangkan
              dalam bentuk petunjuk teknis.

              Rekomendasi  berikutnya  adalah  materi  pelatihan  yang  teridentifikasi  gratis  melalui  jejaring
              internet  harus  dikeluarkan  dari  daftar  pelatihan  yang  disediakan  Lembaga  Pelatihan;  dan
              pelaksanaan pelatihan daring harus memiliki mekanisme kontrol agar tidak fiktif. "Hasil kajian
              dan  rekomendasi  ini  telah  kami  paparkan  kepada  Kemenko  Perekonomian  dan  pemangku
              kepentingan terkait lainnya dalam rapat pada tanggal 28 Mei 2020," ungkap Alex.

              Program  Prakerja  yang  bermitra  dengan  startup  untuk  mengatasi  dampak  Covid-19  ini
              diluncurkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 20 Maret lalu. Selain diperuntukkan
              untuk para pencari kerja, para pekerja yang merupakan korban Pemutusan Hubungan Kerja
              (PHK) akibat wabah virus corona (Covid-19) juga dapat mendaftar.

              Setidaknya  terdapat  5,6  juta  masyarakat  akan  menerima  manfaat  Kartu  Prakerja.  Lewat
              program  ini,  Pemerintah  menganggarkan  Rp20  triliun  dengan  rincian  biaya  pelatihan  Rp5,6
              triliun;  dana  insentif  Rp13,45  triliun;  dana  survei  Rp840  miliar;  dan  dana  PMO  Rp100  juta.
              Anggaran ini naik dua kali lipat dari yang sudah direncanakan sebelumnya yakni Rp10 triliun.

              Peserta Kartu Prakerja ini akan mendapat dana pelatihan sebesar Rp1 juta per periode pelatihan,
              dana bantuan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dan dana hasil pengisian survei Rp50
              ribu per bulan selama tiga bulan. Totalnya, masing-masing peserta mendapat Rp3,55 juta.

              Konsep prakerja ini pun sempat dikritisi salah satunya karena menjadikan Ruangguru sebagai
              mitra, di mana kala itu CEO startup tersebut, Adamas Belva Syah De  Setelah dikritisi terkait
              konflik  kepentingan,  Belva  memutuskan  mundur  dari  jabatan  Stafsus  Milenial  pada  21  April
              silam. Ia pun memberikan pembelaan tak memberi pengaruhnya sebagai stafsus kala itu agar
              Ruangguru menjadi mitra Prakerja.

              Ada  pun  8  platform  digital  yang  mengeksekusi  program  tersebut,  yakni  Tokopedia,  Skill
              Academy  by  Ruang  Guru,  Maubelajarapa,  Bukalapak,  Pintaria,  Sekolahmu,  Pijarmahir  dan
              Sisnaker.

              (tribun network/ilh/dod).
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96