Page 96 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 96

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengatakan
              rancangan  program  Kartu  Prakerja  sebenarnya  sudah  ada  sejak  lama.  Pelatihannya  juga
              awalnya dirancang secara tatap muka atau offline.

              "Ya,  merancangnya  itu  sudah  lama.  Pasca-pilpres  kemudian  janji  (kampanye)  kan  harus
              dideliver. Intinya, Kartu Prakerja tidak bisa menggantikan pendidikan formal, baik itu pendidikan
              vokasi maupun pendidikan non-vokasi," ungkap Denni seperti dikutip dari Harian Kompas, Rabu
              (17/6/2020).
              Menurut dia, awal mulanya, tak ada pelatihan yang dirancang diselenggarakan secara online.
              Ide kursus online Kartu Prakerja muncul setelah merebaknya pandemi wabah virus corona.

              Perubahan rencana mendadak ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan status darurat corona.
              Di mana ada pembatasan aktivitas untuk pencegahan Covid-19.

              "Ya, kedaruratan karena Covid-19. Hingga Februari, sebagian besar pelatihan masih dirancang
              offline.  Banyak  lembaga  pelatihan,  SMK,  perusahaan  yang  punya  reputasi  pelatihan  sangat
              bagus sudah dikontak," ujar Denni.

              "Ada  rencana  memakai  dana  desa  untuk  menggerakkan  anak-anak  desa  ke  kota  tempat
              pelatihan dilakukan. Kami selalu berpikir pelatihan offline bahkan hingga akhir Februari 2020
              itu," kata dia lagi.

              Lalu dengan semangat program yang tetap harus berjalan meski saat Covid-19, pelatihan offline
              ditiadakan sementara dan digantikan dengan metode pelatihan online Kartu Prakerja.

              Sementara  itu,  menurut  Denni,  pendaftaran  Kartu  Prakerja  memang  sejak  awal  sudah
              ditentukan lewat online di sejumlah marketplace yang ditunjuk. Tujuannya untuk menjangkau
              peserta yang lebih luas.

              "Dengan  kapasitasnya  sebagai  marketplace,  sementara  saat  itu  konsep  pelatihannya  tetap
              offline, hanya penjualannya lewat marketplace," ungkap Denni.


              "Jadi bukan pelatihan online, tapi pelatihan offline yang dijual di situ. Pelatihan bahasa Inggris
              dengan tatap muka, misalnya, tapi pelatihan itu dijual lewat marketplace. Tujuannya supaya
              peserta gampang mencarinya," tambahnya.

              Sebagai informasi, berbagai kontroversi sempat mewarnai pelaksanaan Kartu Prakerja. Banyak
              pihak menilai bantuan yang diberikan kepada masyarakat melalui program Kartu Prakerja tak
              efisien dan berisiko hanya menjadi pemborosan anggaran.

              Harga  sejumlah  pelatihan  online  yang  disediakan  juga  dinilai  cukup  mahal  lantaran  banyak
              pelatihan serupa bisa ditemukan gratis di internet.
              Pasalnya, dari total anggaran sebanyak Rp 20 triliun, sebanyak Rp 5,6 triliun dana bantuan yang
              diberikan pemerintah untuk peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja, akan mengalir
              ke kantong-kantong lembaga pelatihan.

              Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari rencana awal Rp 10 triliun lantaran program Kartu
              Prakerja kini beralih haluan dari program jaring pengaman untuk pencari kerja menjadi bantuan
              sosial bagi pihak-pihak yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemik virus corona.

              Bagaimana Gelombang Keempat  Nasib nasib Kartu Prakerja gelombang keempat hingga kini
              memang belum jelas.
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101