Page 322 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 322
KASUS TKW TIDAK DIGAJI, KBRI TOLAK MEDIASI
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono mengatakan, bahwa KBRI menolak
untuk melakukan mediasi terkait pekerja migran Indonesia yang tidak digaji selama 12 tahun.
Hal itu dilakukan karena ia merasa tidak adil jika asisten rumah tangga (ART) tersebut hanya
dibayarkan selama 6 tahun saja, sementara untuk sisanya tidak dibayarkan.
"Kita menolak mediasi melalui dinas ketenagakerjaan karena jelas akan merugikan TKW kita,
ada UU nya disini, jadi seseorang itu hanya boleh mengklaim kerugian itu maksimum hanya 6
tahun saja, dan sisanya itu sudah kadaluarsa," kata Hermono dalam perbincangan dengan RRI
Pro3, Rabu (3/11/2021).
Hermono juga mengatakan bahwa kasus ini segera diajukan ke peradilan perdata. Karena kasus
serupa sebenarnya sudah kerap terjadi hanya saja sebagian kecil yang dapat terungkap.
"Jadi kami akan ajukan kasus ini ke pengadilan perdata, dan sidang pertama akan dilakukan
pada tanggal 17 november 2021 ini," katanya.
Maka dari itu, menurut Hermono akar dari masalah ini harus dicarikan cara menyelesaikan dan
mencegahnya agar kasus-kasus pekerja TKW tersebut yang sudah bertahun-tahun tidak di bayar
akan segera terselesaikan.
"Menurut saya ini sesuatu yang tidak bisa di terima, dan itu ironis, makanya sekarang ini kita
berjuang bagaimana tidak hanya menyelesaikan tetapi mencegah hal seperti ini tidak terulang
lagi," jelasnya.
Sementara itu, sejauh ini pemerintah Malaysia sendiri belum memberikan respon apapun terkait
hal ini. Dan Indonesia masih menunggu respon baik dengan adanya kemauan dari kedua belah
pihak untuk menyelesaikan hal-hal seperti ini.
"Ini kita sedang menegosiasikan MOu tentang menempatakn dan perlindungan pekerja rumah
tangga atau asisten rumah tangga, ini dapat kita buat momentum tidak bisa sebatas menyetujui
MOU tetapi tanpa menyelesaikan kasus yg lama," jelasnya kembali.
"Karena kasus yg lama pun harus tetap dicarikan solusinya dan hanya bisa dilakukan apabila
pihak Malaysia pun berkeinginan untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti ini," pungkasnya.
Diketahui seorang pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial SB (43) tidak menerima gaji selama
12 tahun di Malaysia. Mirisnya, RB yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) malah
dituntut 500 ringgit Malaysia (RM) atas tuduhan kabur dari majikan. (imr).
321

