Page 47 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 NOVEMBER 2019
P. 47

pelaku usaha, terutama usaha kecil dan menengah. Bagi perusahaan yang belum

               siap, disrupsi hanya menggeser distribusi pendapatan perusahaan konvensional
               secara cepat ke tangan kekuasaan perusahaan baru yang sudah menikmati

               teknologi bisnis digital. Di sini perusahaan digital bukanlah produsen barang/jasa,

               melainkan hanya mengambil alih proses-proses transaksi distribusi maupun
               pemasaran. Dalam situasi itu, pemerintah seolah-olah menyalahkan perusahaan

               konvensional yang sudah banyak berjasa sebelum era disrupsi dalam proses

               produksi barang/jasa.


               Disrupsi digital telah membuat sebagian perusahaan konvensional (secara perlahan)

               mengalami pendarahan atau kerugian besar yang berdampak buruk pada

               kemampuan membayar UMK. Ironisnya, negara seolah-olah membiarkan
               perusahaan yang belum siap (modal dan kemampuan teknologi) mengalami

               keruntuhan. Ketika disrupsi ekonomi menerpa dunia usaha, pemerintah hanya

               mendorong tumbuhnya para pelaku usaha start-up atau unicorn baru.


               Bahkan, pemerintah seolah-olah hanya memuji dan mendorong kemajuan pelaku

               usaha digital, sedangkan pebisnis konvensional yang sudah lama berperan dalam

               gerak ekonomi nasional dibiarkan mati suri tanpa upaya perlindungan negara.
               Padahal, negeri ini notabene penganut mixed economy ala UUD 1945 yang

               melindungi semua pelaku usaha. Artinya, jika penguasaan teknologi digital

               menimbulkan dampak negatif dan ketidakadilan bagi pelaku usaha, pemerintah
               seharusnya menopang atau memberikan perlindungan.



               Jika pemerintah membiarkan usaha konvensional berjuang sendiri menghadapi era

               disrupsi, teknologi digital berubah menjadi senjata pembunuh bagi perusahaan
               konvensional yang memiliki banyak pekerja. Teknologi digital hanya menggemukkan

               segelintir perusahaan online dalam suasana persaingan yang monopolistik maupun

               oligopolistik. Dengan kata lain, kebanggaan umat manusia atas teknologi tak lagi

               memperhatikan sisi kemanusiaan dan keadilan ekonomi.






                                                       Page 46 of 110.
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52