Page 44 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 NOVEMBER 2019
P. 44

Selain itu, pihaknya mengingatkan jangan sampai pelatihan di BLK tidak sesuai
               kebutuhan industri yang ada.



               Netty juga meminta agar pelatihan yang diberikan harus bisa merespons
               perkembangan revolusi 4.0 dan kebutuhan era disrupsi.



               "Persoalannya bukan hanya skill pencari kerja, tapi juga lowongan kerjanya ada
               atau tidak," kata Netty Prasetiyani .



               Menurut dia, hal itulah yang menjadi PR pemerintah untuk menyediakan lowongan

               kerja sesuai pelatihan penerima kartu pra kerja di BLK.


               Ia mengakui, program tersebut juga masih menjadi polemik di DPR RI tentang

               lembaga yang bertanggung jawab dan mekanisme pengawasannya.


               Netty mengatakan, leading sector program kartu pra kerja ialah Kemenaker atau

               Kemenko Perekonomian.


               Namun, ia menilai, seharusnya Kemenaker yang secara teknis mengurusi pekerja

               dan menjadi mitra DPR RI, bukan Kemenko Perekonomian.


               Selain itu, Netty juga mengingatkan kembali soal defisit APBN yang bisa melebar.



               Ia menjelaskan defisit APBN saat ini diakibatkan dari mulai BPJS Kesehatan belum

               ada solusi, BUMN banyak yang merugi, tenaga honor pemerintah masih banyak
               yang belum jelas sumber penggajiannya, bahkan hutang negara kepada asing

               semakin melambung.



               "Jangan sampai wacana kartu pra kerja ini hanya jadi angin segar sejenak bagi
               pencari kerja dan akhirnya hanya menjadi isapan jempol," ujar Netty Prasetiyani .





                                                       Page 43 of 110.
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49