Page 232 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 232
"Logikanya, masa pabrik harus dikunci. Kalau terjadi apa-apa, pekerja yang akan
jadi korban. Inilah yang menjadi dasar kami menetapkan mereka sebagai
tersangka," jelas Siswanto.
Sementara polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus kebakaran ini,
termasuk Sri Maya (47). Dia merupakan pemilik rumah yang disewa Burhan untuk
menjalankan usahanya.
Selain Sri, saksi yang juga dimintai keterangan di antaranya 4 pekerja yang selamat
dalam peristiwa itu beserta warga sekitar. Keempat pekerja itu selamat karena izin
keluar sebelum kebakaran terjadi.
Sementara 30 korban yang meninggal dunia terjebak di dalam bangunan berukuran
sekitar 5x7 meter. Mereka diduga tidak dapat keluar karena pintu depan rumah
yang dijadikan lokasi home industry itu memang digembok.
Berdasarkan informasi dihimpun, para pekerja yang merupakan ibu rumah tangga
warga sekitar ini biasanya masuk dan keluar lewat pintu belakang. Beberapa ibu
membawa serta anak mereka saat bekerja.
Saat ini polisi juga menyelidiki pelanggaran lain terkait operasional pabrik yang
diduga tak berizin itu. Siswanto mengatakan, mereka akan berkoordinasi otoritas
terkait untuk mengembangkan kasus ini.
Seperti diberitakan, kebakaran terjadi di pabrik home industry mancis atau korek
gas di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV Desa Sambirejp, Kecamatan Binjai,
Langkat, Sumut, Jumat (21/6) siang. Sebanyak 30 orang tewas, mengenaskan
dalam peristiwa ini. Lima di antara korban adalah anak-anak, sisanya perempuan
pekerja di pabrik itu.
Seluruh korban terkurung di dalam bangunan yang terbakar. Tubuh mereka hangus
dan sulit dikenali.
Page 231 of 352.

