Page 234 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 234
Ia menyebutkan, anak-anak yang menjadi korban kebakaran itu merupakan anak
dari karyawan pabrik perakitan mancis itu.
"Saat bekerja, sebahagian karyawan itu membawa anak-anak mereka," kata mantan
Kapolres Nias Selatan itu.
Sebelumnya, pabrik perakitan mancis di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai,
Kabupaten Langkat, Jumat (21/6) sekira pukul 12.05.00 WIB musnah terbakar dan
menewaskan puluhan pekerjanya termasuk juga anak-anak yang berada di lokasi
pabrik tersebut.
Puluhan pekerja yang berada di dalam rumah tidak sempat keluar, akibatnya
semuanya tewas terpanggang.
Api baru dapat dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik
Pemkab Langkat dan tiga unit milik Pemkot Binjai tiba di lokasi.
Data sementara yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Langkat, jumlah korban kebakaran perakitan mancis Desa Sambirejo,
Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat berjumlah 30 orang, yakni Nurhayati, Yunita
Sari, Pinja (anak Yunita Sari), Sasa (anak Yunita Sari), Suci/Aseh, Mia, Ayu,
Desi/Ismi, Juna (anak Desi), dan Bisma (anak Desi).
Kemudian Dhijah, Maya, Rani, Alfiah, Rina, Amini, Kiki, Priska, Yuni (Mak Putri),
Sawitri, Fitri, Sifah (anak Fitri), Wiwik, Rita, Rizki (pendatang), Imar, Lia (mandor),
Yanti, Sri Ramadhani,dan Samiati.
Sedangkan, empat karyawan selamat dari kebakaran, karena sedang melaksanakan
istirahat makan.
Karyawan tersebut, yakni Dewi Novitasari (29) Alamat Dusun IV Desa Sambirejo,
Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, dan Haryani (30) Alamat Dusun II Desa
Mancang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
Kemudian Nuraidah (24) Alamat Desa Mancang, Kecamatan Selesai, Kabupaten
Langkat, dan Ayu Anitasari(29) Alamat Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan
Binjai, Kabupaten Langkat.
Sebanyak 30 korban kebakaran pabrik mancis (perakitan korek api) yang meninggal
dunia di TKP, yakni 25 orang dewasa dan lima orang anak.
Pewarta: Munawar Mandailing Editor: Edy Sujatmiko COPYRIGHT (c)2019 .
Page 233 of 352.

