Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JULI 2019
P. 43
nasional bakal diisi oleh generasi milenial yang jumlahnya bisa melampaui 100 juta
orang.
Untuk itu, Menaker juga mengingatkan agar generasi muda juga dapat terus
mengisi keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menangani daya saing
dan kondisi global yang masih kerap diwarnai kompleksitas dan kecepatan akan
suatu perubahan ini.
Hanif juga berpendapat bahwa penguasaan terhadap ilmu pengetahuan serta
kekuatan kreativitas dan inovasi adalah keterampilan mendasar dalam dunia kerja
masa depan.
Pemerintah sendiri, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, juga memiliki prasarana
dan sarana seperti di Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh Nusantara.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, BLK Pemerintah berjumlah 514
sedangkan swasta jumlahnya lebih sedikit hanya 58. Namun bila mengacu kepada
data Pantau PJTKI, maka jumlah BLK swasta bisa jauh lebih banyak hingga
mencapai 189.
Berbagai pihak, di antaranya Komisi IX DPR RI, juga mengharapkan pemerintah
daerah di seluruh Indonesia merevitalisasi balai latihan kerja untuk meningkatkan
kualitas dan perluasan keterampilan calon tenaga kerja yang siap kerja dan
profesional.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ermalena di Kabupaten Kulon Progo, Daerah
Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/5), mengatakan banyak balai BLK yang mangkrak,
karena pemerintah daerah kurang peduli dan banyak yang kekurangan tenaga
instruktur.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Budi Yuwono menyatakan, untuk
memperkuat dan memperbanyak SDM yang berkompeten dan berdaya saing serta
mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada, maka pelatihan di BLK juga
harus dilakukan secara masif dan menampung lebih banyak peserta pelatihan kerja.
Budi juga meminta kepada pemerintah agar terus mendorong partisipasi aktif dari
kalangan swasta dan pemerintah daerah untuk berinventasi dan bekerja sama
mengembangkan pelatihan kerja yang dilakukan BLK di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, BLK memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas SDM
dan produktivitas pekerja Indonesia, yang juga mendukung peningkatan
produktivitas usaha di perusahaan.
Selain itu, ujar dia, BLK juga harus memiliki standarisasi yang akurat dan
komprehensif agar ada kesesuaian dan kesinambungan standar pelatihan kerja, baik
di daerah maupun nasional.
Page 42 of 65.

