Page 166 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 166
Title TAK DILIBATKAN PEMERINTAH, BURUH CURIGA RUU OMNIBUS LAW UNTUNGKAN PEKERJA
ASING
Media Name merdeka.com
Pub. Date 16 Februari 2020
Page/URL https://www.merdeka.com/uang/tak-dilibatkan-pemerintah-buruh-curiga-ru u-omnibus-
law-untungkan-pekerja-asing.html
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Merdeka.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
menyayangkan langkah pemerintah yang tidak melibatkan perwakilan buruh dalam
pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
"Bahwa KSPI selaku perwakilan buruh, tidak pernah di undang dan dimintai
pandangan-pandangan oleh Menko perekonomian (Airlangga)," tegasnya dalam
acara konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (16/2).
KSPI menegaskan bahwa tidak bertanggung jawab terkait pembentukan Undang-
Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dicanangkan pemerintah.
"Tidak bertanggung jawab terhadap setiap pasalnya, jika ada yang mencantumkan
tanpa seizin KSPI," pungkasnya.
Terkait, langkah pemerintah yang membahas Omnibus Law Cipta Kerja secara
tertutup KPSI menilai sebagai suatu tindakan yang menyalahi perundang-undangan.
"Bahasan cipta omnibus itu dari awal tertutup, bertentangan dengan undang-
undang," ungkapnya.
1 dari 1 halaman Curiga Untungkan Asing Dia mencurigai, RUU Omnibus Law Cipta
Kerja yang di gagas Presiden Jokowi untungkan Tenaga Kerja Asing (TKA). "TKA
semakin dipermudah, termasuk sanksi dihilangkan, jangan-jangan untuk TKA,"
cetusnya.
Dia memprediksi sektor industri industri startup dan pendidikan Indonesia akan
dikuasai asing. "Kita lihat startup kita mulai dijual asing, seperti tokopedia. Pendidik
seperti guru dan dosen asing mulai menguasai," paparnya.
Di akhir perbincangan, Said Iqbal meminta DPR RI untuk menolak draf RUU
Omnibus Law yang diajukan presiden Jokowi, jika tidak ingin ada gerakan
demonstrasi besar-besaran dari kaum buruh.
[idr].
Page 165 of 336.

