Page 167 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 167

Title          PROFESI PERAWAT PALING TERDAMPAK RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA
               Media Name     liputan6.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.liputan6.com/bisnis/read/4180341/profesi-perawat-paling-te rdampak-ruu-
               Page/URL
                              omnibus-law-cipta-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan
               Kesehatan Reformasi (DPP FSP Farkes Reformasi) Idris Idham, menilai bahwa
               dampak yang ditimbulkan apabila Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta
               Kerja disahkan oleh DPR, maka sektor rumah sakit yang akan menerima dampak
               besar. Karena dalam RUU itu terdapat poin-poin yang merugikan kaum pekerja,
               yakni perubahan jam kerja, sistem kerja, kerja kontrak, outsourcing , upah
               minimum, dan pesangon.

               "Bagi kami, jikalau upah per jam diberlakukan, maka sektor rumah sakit paling
               bahaya sekali. Pertama, kita lihat diperawat itu ada perawat-perawat yang jam
               kerjanya bergantian. Nah, jika seandainya itu terjadi maka yang akan menyebabkan
               outsourcing perawat," kata Idris dalam kegiatan Konferensi Pers KSPI, di Hotel
               Mega Proklamasi, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

               Maka dari itu, akan berkembang perusahaan-perusahaan penyaluran tenaga kerja
               yang akan sangat berkembang pesat. Seperti halnya penyaluran tenaga kerja
               asisten rumah tangga. Artinya perusahaan seperti rumah sakit hanya tinggal
               menelepon apabila membutuhkan tenaga kerja perawat di rumah sakit tersebut.
               Sehingga yang bekerja di rumah sakit itu, bukan pegawai atau pekerja yang asli dari
               rumah sakit yang bersangkutan. Selain itu, dengan poin upah per jam akan
               menyebabkan dampak bagi perawat yang akan di outsourcing pekerjaannya, karena
               bebas tidak ada peraturan yang mengikat. "Banyak pekerjaan-pekerjaan yang
               nantinya digaji per jam, jika upah per jam, maka akan menyebabkan outsourcing ,
               itu yang menjadi bahaya bagi teman-teman kita, dan saat ini ditempat-tempat
               rumah sakit sudah mengkhawatirkan itu," ungkapnya.

               Karena menurutnya, sebelum masalah RUU cipta kerja ini muncul, dirinya bersama
               beberapa pihak rumah sakit diundang oleh menteri perekonomian untuk membahas
               tentang masa pemagangan, yang nantinya perawat dihitung kerjanya sebagai
               pegawai magang."Kita dengan asosiasi profesi rumah sakit kita menolak
               pemanggangan, karena itu membahayakan," tegasnya. Demikian, ia menegaskan
               kembali bahwa pihaknya dari sektor farmasi dan kesehatan secara federasi, siap
               untuk menolak RUU cipta Kerja Omnibus Law itu. "Bahwa ini mengakibatkan para
               pekerja sudah gelisah, maka kami melawan," pungkasnya..






                                                      Page 166 of 336.
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172