Page 172 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 172

Title          KSPI TOLAK RUU CIPTA KERJA KARENA TIDAK SESUAI PRINSIP KETENAGAKERJAAN
               Media Name     jogja.antaranews.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://jogja.antaranews.com/nasional/berita/1300698/kspi-tolak-ruu-ci pta-kerja-
               Page/URL
                              karena-tidak-sesuai-prinsip-ketenagakerjaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dengan tegas menolak RUU
               Cipta Kerja karena tidak mengandung tiga prinsip ketenagakerjaan.

               "Dalam RUU Cipta Kerja sama sekali tidak tercermin adanya prinsip ketenagakerjaan
               yakni kepastian kerja, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial, atau dengan kata
               lain tidak ada perlindungan bagi buruh. Bahkan menghilangkan kesejahteraan yang
               selama ini didapat buruh," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal, di Jakarta, Minggu.

               Dia menambahkan prinsip ketenagakerjaan harus mengandung prinsip kepastian
               pekerjaan, jaminan pendapatan, dan kepastian jaminan sosial.

               Tidak adanya kepastian kerja, lanjut dia, tercermin dari outsourcing dan kerja
               kontrak seumur hidup tanpa batas. PHK bisa dilakukan dengan mudah, dan tenaga
               kerja asing buruh kasar yang tidak memiliki keterampilan berpotensi bebas masuk
               ke Indonesia.

               Kemudian tidak adanya kepastian pendapatan terlihat dari hilangnya upah
               minimum, tidak ada lagi sanksi pidana bagi pengusaha yang membayar upah di
               bawah upah minimum, dan hilangnya pesangon.

               Sementara itu, karena sistem alih daya dan kerja kontrak dibebaskan, maka buruh
               tidak lagi mendapatkan jaminan sosial, seperti jaminan pensiun, jaminan hari tua,
               jaminan kesehatan dan yang lainnya.

               Selain itu, terdapat sembilan alasan lainnya, KSPI menolak Omnibus Law RUU Cipta
               Kerja yakni hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon, sistem alih daya seumur
               hidup, karyawan kontrak seumur hidup, waktu kerja yang eksploitatif, tenaga kerja
               asing buruh kasar berpotensi bebas masuk ke Indonesia, hilangnya jaminan sosial
               dengan adanya sistem alih daya seumur hidup dan karyawan kontrak seumur hidup,
               PHK dipermudah, dan hilangnya sanksi pidana untuk pengusaha.

               Iqbal menjelaskan jika RUU itu tetap dipaksakan disahkan, maka KSPI dan buruh
               akan menggelar aksi besar-besaran secara nasional dan di daerah terus-menerus.
               Aksi besar akan dimulai saat sidang paripurna DPR yang akan membahas Omnibus




                                                      Page 171 of 336.
   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177