Page 176 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 176

Title          GERAM NAMANYA DICATUT PEMERINTAH, KASBI: RUU CILAKA TAK DEMOKRATIS
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.suara.com/news/2020/02/16/220018/geram-namanya-dicatut-pem erintah-
               Page/URL
                              kasbi-ruu-cilaka-tak-demokratis
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia ( KASBI ) Nining Elitos
               geram namanya dicatut oleh pemerintah, dalam tim pembahas draf RUU Omnibus
               Law Cipta Lapangan Kerja. Padahal, kata dia, dirinya tak pernah diajak bicara atau
               diundang saat merumuskan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

               "Kami pastikan bahwa penyebutan tersebut adalah pencatutan ataupun klaim secara
               sepihak terhadap organisasi Konfederasi KASBI seolah-olah terlibat dalam
               prosesnya," kata Nining kepada Suara.com, Minggu (16/2/2020).

               Nining menambahkan,sejak awal pemerintah membuat RUU Cilaka tak demokratis,
               lantaran dilakukan sembunyi-sembunyi dengan tidak melibatkan banyak pihak
               termasuk kaum buruh.

               "Memang sangat gelap, tidak demokratis, misterius, cacat prosedural," katanya.

               Nining mengakui, organisasinya sempat diajak untuk berdiskusi terkait RUU ini.
               Namun, yang disesalkan oleh KASBI adalah, cara pemerintah mengundangnya tak
               pantas.

               "Cuma lewat WhatsApp tiga kali. KASBI menganggap sebenarnya pemerintah sudah
               tidak ada itikad baik dalam proses pembahasan omnibus law." Nining secara tegas
               menolak RUU Omnimbus Law dan meminta kepada pemerintah untuk membatalkan
               RUU Sapu Jagat tersebut, karena dinilai banyak intrik dan merugikan buruh.

               Sebelumnya, pemerintah melalui sejumlah menteri kabinet yang dipimpin Menteri
               Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto secara resmi telah
               menyerahkan surat presiden sekaligus draf Omnibus Law terkait RUU Cipta Kerja.
               Untuk diketahui, RUU tersebut mengalami perubahan nama dari sebelumnya RUU
               Cipta Lapangan Kerja yang kemudian dikenal dengan sebutan RUU Cilaka. Airlangga
               berharap, diserahkannya omnibus law tersebut DPR dapat segera
               menindaklanjutinya dengan melakukan pembahasan.

               "Terkait dengan isinya itu adalah isinya 15 bab, 174 pasal dan tentunya harapannya
               ini akan pemerintah menyerahkan kepada DPR untuk diproses sesuai dengan
               mekanisme yang ada di DPR. Jadi demikian yang tadi dibahas," kata Airlangga.
               Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan DPR segera
               menindaklanjuti pembahasan RUU Cipta Kerja seusai diterima dari pemerintah.




                                                      Page 175 of 336.
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181