Page 178 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 178

Title          DISEBUT TIDAK UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT, ASOSIASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA
                              TOLAK OMNIBUS LAW
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      16 Februari 2020
               Page/URL       http://rri.co.id/post/berita/787878/nasional/disebut_tidak_untuk_kepen
                              tingan_rakyat_asosiasi_serikat_pekerja_indonesia_tolak_omnibus_law.htm l
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Jakarta : Draft Rancangan Undang Undang Omnibus Cipta Kerja (sebelumnya RUU
               Cilaka), yang telah resmi diserahkan oleh Pemerintah ke DPR pada Rabu (12/2),
               semakin membuktikan bahwa Pemerintah hanya hadir untuk membela kepentingan
               pemilik modal atau pengusaha, bukan untuk membela kepentingan rakyat yang
               hidupnya saat ini semakin sulit.

               Pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo hanya peduli pada
               kepentingan mempermudah investasi. Silahkan saja investasi tapi jika hasil investasi
               pada akhirnya makin mensengsarakan dan semakin mempersulit kehidupan rakyat,
               buat apa investasi. Demikian disampaikan Mirah Sumirat, SE, Presiden Asosiasi
               Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) dalam rilis tertulisnya saat Konferensi
               Pers Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini, Minggu (16/2/2020).

               Kesimpulan ASPEK Indonesia ini didasarkan pada banyak hal, mulai dari proses
               penyusunannya yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh Pemerintah dengan
               pengusaha tanpa melibatkan serikat pekerja, termasuk dari isi RUU Cipta Kerja yang
               diserahkan kepada DPR.

               Apa yang dikuatirkan oleh serikat pekerja selama ini, hingga menggelar berbagai
               aksi unjuk rasa di seluruh Indonesia, akhirnya terbukti.

               Bahkan isi RUU tersebut jauh lebih mengerikan dampaknya bagi kehidupan rakyat
               karena jika lolos disahkan DPR, maka RUU ini ibarat "memberikan cek kosong"
               kepada Pemerintah yang berkuasa untuk semaunya sendiri dalam mengatur
               kehidupan bernegara, tegas Mirah Sumirat.

               Dari sisi proses penyusunannya saja sudah terjadi "keganjilan" karena Pemerintah
               hanya melibatkan pengusaha dengan menerbitkan Keputusan Menteri Koordinator
               Bidang Perekonomian Nomor 378 tahun 2019, tentang Satgas Omnibus Law.

               Komposisi satgas omnibus law yang sebagian besar pengusaha adalah inisiatif Kadin
               yang lantas diakomodir oleh Pemerintah. Ada 16 pengurus Kadin nasional maupun
               daerah dan 22 ketua asosiasi bisnis yang menjadi anggota satgas omnibus law.
               Tidak ada satupun elemen Serikat Pekerja/Buruh dilibatkan dalam pembahasan
               proses penyusunan RUU. Padahal RUU Omnibus Law ini akan sangat berdampak
               pada kehidupan masyarakat umum, ungkap Mirah Sumirat.





                                                      Page 177 of 336.
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183