Page 161 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 161

Title          KSPI: BATASAN KONTRAK KERJA DIHAPUS, BURUH TERANCAM KEHILANGAN PESANGON
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.merdeka.com/uang/kspi-batasan-kontrak-kerja-dihapus-buruh- terancam-
               Page/URL
                              kehilangan-pesangon.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyebut bahwa
               RUU Omnibus Law Cipta Kerja menghilangkan pesangon untuk para pekerja. Sebab,
               dalam aturan tersebut dihapus mengenai perjanjian kerja untuk waktu tertentu.

               "Dalam draf RUU Cipta Kerja menghapus pasal 59 UU 13 tahun 2003, yakni
               mengenai perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Dengan demikian kerja kontrak
               bisa diterapkan di semua jenis pekerjaan," katanya dalam konferensi pers di
               Jakarta, Minggu (16/2).

               Dalam draf RUU tersebut juga disebutkan tidak ada batasan waktu sehingga kontrak
               kerja bisa dilakukan seumur hidup sehingga pekerja tetap akan semakin langka.

               "Karena statusnya kontrak kerja, bisa dengan mudah dilakukan pemutusan
               hubungan kerja (PHK) dengan alasan habis kontrak dan kemungkinan tidak ada lagi
               pesangon, karena pesangon hanya untuk pekerja tetap," kata Said Iqbal.

               Selain itu, pengusaha dengan mudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
               dengan alasan selesainya suatu pekerjaan.

               "Akibatnya, pengusaha bisa gampang melakukan PHK dengan atau efisiensi karena
               order atau pekerjaannya sudah habis. Sedangkan bagi pekerja kontrak yang di PHK
               karena selesainya suatu pekerjaan, padahal masa kontraknya belum berakhir, tidak
               lagi mendapatkan hak sesuai dengan sisa kontraknya. Tetapi hanya mendapatkan
               kompensasi," katanya.
               Kompensasi

               Dia menegaskan bahwa kompensasi hanya diberikan kepada pekerja yang memiliki
               masa kerja paling sedikit satu tahun. Hal itu, kata Iqbal, akan mendorong
               perusahaan untuk mempekerjakan pekerja kontrak kurang dari satu tahun.

               "Pilihan enam hari kerja dan tujuh hari kerja dihapus, sehingga memungkinkan
               pengusaha untuk mengatur jam kerja secara fleksibel," kata anggota tim perumus
               Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang
               No 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan itu.



                                                      Page 160 of 336.
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166