Page 159 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 159

Title          RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA: PEMERINTAH HAPUS CUTI PANJANG PEKERJA
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.merdeka.com/uang/ruu-omnibus-law-cipta-kerja-pemerintah-ha pus-cuti-
               Page/URL
                              panjang-pekerja.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Pemerintah Jokowi-Ma'ruf telah mengubah beberapa ketentuan dalam Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipa Kerja. Salah satunya adalah soal
               penghapusan cuti panjang. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun
               2003 tentang Ketenagakerjaan dalam pasal 79, pemerintah menjelaskan soal cuti
               panjang bagi pekerja yang telah bekerja selama 6 tahun di perusahaan yang sama.

               Cuti panjang yang diatur sebagaimana dimaksud adalah sekitar 2 bulan pada tahun
               ketujuh hingga tahun ke delapan masing-masing 1 bulan tiap tahunnya. UU tersebut
               pun mengatur secara jelas peraturan soal istirahat panjang yang dibuat dalam
               beberapa poin khusus.

               Namun, dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja pemerintah hanya mengatur waktu
               istirahat antara jam kerja setelah bekerja 4 jam berturut-turut dan istirahat
               mingguan sekitar 1-2 hari. Selain itu, pemerintah mengatur cuti tahunan yang harus
               diberikan perusahaan minimal 12 hari. Kendati begitu, perusahaan dapat
               memberikan cuti panjang kepada karyawannya yang diatur dalam perjanjian kerja,
               peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

               Adapun bunyi pasal 79 dalam Omnibus Law Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah
               yakni :

               1. Pengusaha wajib memberi:

               a. Waktu istirahat; dan

               b. Cuti.

               2. Waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a wajib diberikan
               kepada pekerja atau buruh paling sedikit meliputi:

               a. Istirahat antara jam kerja, paling sedikit setengah jam setelah bekerja selama 4
               jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja; dan

               b. Istirahat mingguan 1 hari untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu.




                                                      Page 158 of 336.
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164