Page 258 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 258

Title          OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA, ATURAN SOAL CUTI HAMIL, CUTI HAID, DAN
                              KESEMPATAN IBADAH PEKERJA DIHAPUS?
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      15 Februari 2020
               Page/URL       https://nasional.kompas.com/read/2020/02/15/09501021/omnibus-law-ruu-c ipta-kerja-
                              aturan-soal-cuti-hamil-cuti-haid-dan-kesempatan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               JAKARTA,  - Draf  RUU Cipta Kerja  tidak mencantumkan aturan cuti hamil-
               melahirkan, cuti haid, dan pemberian waktu untuk beribadah. Hal ini berdasarkan
               penelusuran Kompas.com pada Jumat (14/2/2020) atas draf omnibus law RUU Cipta
               Kerja yang resmi diserahkan pemerintah kepada DPR.

                Kompas.com telah mengonfirmasi perihal draf RUU Cipta Kerja itu ke sejumlah
               pimpinan Badan Legislasi DPR pada Kamis (13/2/2020). Adapun draf tersebut
               dibandingkan dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khusus
               pada poin yang membahas hak libur dan cuti mulai pasal 79 hingga pasal 84. Dalam
               UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pemberian kesempatan dari
               pengusaha bagi pekerja/buruh untuk melaksanakan ibadah diatur pada pasal 80.
               Kemudian pasal 81 mengatur soal pekerja/buruh perempuan yang bisa memperoleh
               libur pada saat haid hari pertama.

                Pasal 82 mengatur mekanisme cuti hamil-melahirkan bagi pekerja/buruh
               perempuan. Di dalamnya juga termasuk cuti untuk istirahat bagi buruh yang
               mengalami keguguran. Lalu, pasal 83 mengatur kesempatan bagi pekerja/buruh
               yang anaknya masih menyusu untuk menyusui anaknya selama waktu kerja.

                Kemudian pasal 84 mengatur bahwa setiap pekerja/buruh yang menggunakan hak
               istirahat mingguan, cuti tahunan, cuti panjang, melaksanakan ibadah serta cuti
               hamil-melahirkan berhak mendapat upah penuh. Sementara itu, pada draf RUU
               Cipta Kerja tidak menjelaskan ketentuan-ketentuan dalam lima pasal di atas.


                Draf RUU tersebut tidak mencantumkan pembahasan, perubahan atau status
               penghapusan dari empat pasal itu, sebagaimana terjadi untuk pasal-pasal lain di
               seluruh bagian draf.Dalam draf RUU Cipta Kerja, poin hak libur dan cuti hanya
               dibahas pada perubahan atas pasal 79 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang
               Ketenagakerjaan.

               Bunyi Pasal 79 UU Nomor 13 Tahun 2003 sebagai berikut:


               (1) Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh.
               (2) Waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), meliputi:
                   a. istirahat antara jam kerja, sekurang kurangnya setengah jam setelah bekerja
                   selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak
                   termasuk jam kerja;




                                                      Page 257 of 336.
   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263