Page 253 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 253

Title          RUU CIPTA KERJA: PEKERJA BISA DIKONTRAK SEUMUR HIDUP
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      15 Februari 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/15/02/2020/ruu-cipta-kerja-pekerja-bi sa-dikontrak-
               Page/URL
                              seumur-hidup/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Kerja! Kerja! Kerja! Slogan Kabinet Kerja di periode I kepemimpinan Presiden Joko
               Widodo itu bakal benar-benar diterapkan. Dalam draf Rancangan Undang-Undang
               (RUU) Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan disebutkan, libur untuk pekerja cukup
               sehari dalam seminggu. Bukan cuma itu, pekerja atau karyawan harus siap-siap
               kehilangan pesangon karena berstatus kontrak seumur hidup.

                Dalam draf RUU Cipta Kerja yang diterima  Jawa Pos, aturan libur dua hari dalam
               satu minggu lenyap. Padahal, aturan itu sebelumnya tercatat jelas dalam pasal 79
               UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

                Pada pasal 79 ayat 2 poin b UU Ketenagakerjaan disebutkan, waktu istirahat dan
               cuti meliputi istirahat mingguan 1 hari untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 2
               hari untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu. Kemudian, ada poin d soal istirahat
               panjang. Tertulis, istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 bulan dan dilaksanakan
               pada tahun ke-7 dan ke-8.

               Lamanya masing-masing 1 bulan bagi pekerja/buruh yang telah bekerja selama 6
               tahun secara terus-menerus pada perusahaan yang sama. Syarat lainnya,
               pekerja/buruh tersebut tidak berhak lagi atas istirahat tahunannya dalam 2 tahun
               berjalan dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6 tahun.


                Sayangnya, dua poin tersebut hilang. Digantikan dengan waktu istirahat antara jam
               kerja paling sedikit setengah jam setelah bekerja selama 4 jam terus-menerus dan
               waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja. Ada juga istirahat mingguan 1
               hari untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu. Guyonan kerja keras bagai kuda sepertinya
               akan benar-benar terealisasi.

                Yang lebih miris, pekerja terancam berstatus kontrak hingga waktu yang tidak
               ditentukan alias seumur hidup. Risiko itu muncul sebagai dampak tidak
               diakomodasinya pasal 59 UU Ketenagakerjaan dalam RUU tersebut. Dengan
               dihapusnya pasal 59, menurut Ketua Departemen Komunikasi dan Media
               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S. Cahyono, penggunaan
               pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu atau kontrak bisa diterapkan untuk
               semua jenis pekerjaan.

               Padahal, dalam UU Ketenagakerjaan, pekerja kontrak hanya dapat digunakan untuk
               pekerjaan tertentu, sesuai jenis dan sifatnya. Atau, kegiatan pekerjaannya akan




                                                      Page 252 of 336.
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258