Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2019
P. 32

memberikan multiplier effect yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah dan
               masyarakat kulon Kulon Progo, diantaranya penyiapan kompetensi calon tenaga
               kerja dan peluang usaha bidang UMKM sehingga diperlukan trobosan dan strategi
               yang akurat dan tepat sasaran dalam membentuk produk-produk unggulan Kulon
               Progo yang berkualitas untuk bersaing di pasar bebas.

               "Masyarakat Kulon Progo harus siap dengan produk-produk local yang dihasilkan,
               agar mampu bersaing dengan produk lain di luar Kulon Progo, sehingga tercipta
               kemandirian ekonomi untuk kesejahteranaan masyarakat." Kata Bupati Kulon Progo
               Drs. H. Sutejo dalam sambutannya.

               "Tepat kiranya dan baik sekali dengan diselenggarakannya penandatanganan Nota
               Kesepakatan ini dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui
               kewirausahaan dan inovasi yang terintegras. Namun kiranya kita harus optimis
               bahwa dengan kegiatan ini dapat menjadi daya ungkit yang kuat untuk memberikan
               motivasi kepada para pelaku kewirausahaan, sehingga kedepan mampu
               memberikan semangat dalam menekuni usaha", imbuh Drs. H. Sutedjo.

               Dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut dihadiri oleh, Kepala
               Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemnaker, Kepala Dinas Tenaga Kerja
               dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
               Kulon Progo, Perwakilan BLK Komunitas dan Peserta.

               Melalui Pilot Proyek Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing melalui
               kewirausahaan dan inovasi terintegrasi, didukung kolaborasi Pemerintah Daerah
               diharapkan terjadi komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi yang melibatkan unsur
               pemerintah daerah dan SKPD, Perbankkan, Pengusaha dan pihak Market,
               diharapkan dapat berkoordinasi untuk mengatasi masalah utama ketenagakerjaan di
               daerah yang umumnya terhadap 'mismatch' antara supply dan demand tenaga kerja
               yang berdampak pada rendahnya produktivitas dan tingginya tingkat pengangguran.

               Melalui Kegiatan kewirausahaan tersebut, diharapkan dapat menjadi ujung tombak
               bagi upaya Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam meningkatkan partisipasi
               angkatan kerja melalui pendekatan bottom up, dan untuk itu kewirausahaan
               terintegrasi dirancang dapat melaksanakan 4 fungsi yaitu: pelatihan, uji kompetensi,
               pemagangan, Coaching & Mentoring.






















                                                       Page 31 of 101.
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37