Page 163 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 163
Title SEJARAH MAY DAY, DEWI MUSIM SEMI HINGGA KEKUATAN BURUH
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 01 Mei 2019
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190430200408-20-390969/sejarah -may-day-
Page/URL
dewi-musim-semi-hingga-kekuatan-buruh
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - May Day yang jatuh setiap 1 Mei adalah hari libur kaum pagan kuno untuk
menandai permulaan musim panas atau perayaan tahunan untuk menyambut
datangnya musim semi di Mesir dan India kuno.
May Day juga dirayakan oleh bangsa Romawi dalam festival Floralia untuk
menghormati Flora, dewi musim semi. Ketika bangsa Romawi memperluas
kekuasaannya, tradisi ini menyebar ke banyak wilayah.
Ketika tradisi ini masuk ke negara-negara Barat seperti Inggris dan Amerika, May
Day mengalami perubahan bentuk. Di Inggris abad pertengahan, selebrasi May Day
menjadi acara tari-tarian mengelilingi tiang kayu yang dihiasi oleh bebungaan, atau
yang dikenal dengan acara Maypole.
Namun, May Day mempunyai arti baru di abad ke-19, yakni peringatan Hari Buruh
untuk memperjuangkan hak para pekerja di seluruh dunia.
Pada September 1882 di Amerika Serikat, sekitar 20 ribu orang menggelar parade
sambil membawa spanduk bertuliskan 'delapan jam kerja, delapan jam istirahat, dan
delapan jam rekreasi'.
Di tahun-tahun berikutnya gagasan itu menyebar ke negara-negara bagian di AS,
namun belum menjadi hari libur umum.
Page 162 of 656.

